Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Kesaksian Tetangga tentang Terduga Pelaku Mutilasi Blitar

Jumat 12 Apr 2019 13:07 WIB

Red: Christiyaningsih

Ilustrasi Mutilasi. (Republika/Mardiah)

Ilustrasi Mutilasi. (Republika/Mardiah)

Foto: Republika/Mardiah
Terduga pelaku mutilasi kemungkinan bekerja sebagai penjual nasi goreng

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Pelaku mutilasi terhadap seorang guru honorer bernama Budi Hartanto asal Kota Kediri diduga merupakan penjual nasi goreng. Sujilah, salah seorang warga Desa Sambi Kabupaten Kediri, mengatakan di sekitar rumahnya banyak anggota polisi. Para polisi menuju sebuah rumah yang dijadikan tempat berjualan nasi goreng yang lokasinya tepat di samping rumah Sujilah.

"Kemarin sekitar jam 16.00 WIB banyak polisi, terus malamnya juga ramai-ramai ke tempat itu lagi. Bahkan ada yang di teras saya," kata Sujilah saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/4).

Ia mengaku tidak tahu persis mengapa polisi banyak datang ke tempat itu. Ia bahkan tidak berani ke luar rumah dan hanya memantau dari dalam.

Saat disinggung siapa yang tinggal di warung tersebut, Sujilah mengatakan penghuni adalah seorang laki-laki remaja. Ia berjualan nasi goreng dan mi goreng ala Malaysia. Pemuda itu indekos di rumah tersebut sekitar 10 hari dan hanya berjualan sekitar tiga hari.

"Dia baru berjualan tiga hari. Ada nasi goreng, mi goreng, warga Mangunan (Desa Mangunan, Kecamatan Blitar). Dia juga masih remaja dan baru-baru ini saja tidak berjualan," ucap Sujilah.

Lebih lanjut, ia mengatakan pernah suatu malam mendengar pemuda itu keluar rumah dengan ketakutan dan teriak-teriak sendiri. Saat ditanya, si pemuda merasa pundaknya terasa berat namun tak diketahui ada masalah apa.

Sujilah juga mendengar dari para tetangganya polisi datang terkait penemuan kepala manusia di sebuah dam di Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Akan tetapi Sujilah tidak tahu menahu hubungan penemuan kepala dengan pemuda yang tinggal di samping rumahnya.

Saat disinggung terkait dengan keberadaan salon di dekat rumahnya. Sujilah mengatakan dulu memang ada salon yang dikelola oleh seseorang bernama Diana. Menurut Sujilah, Diana mirip dengan waria, namun saat ini salon itu sudah tutup. "Diana berteman dengan si pemuda tersebut," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya mengungkapkan polisi telah menangkap dua orang yang diduga terlibat. Satu pelaku ditangkap di Jakarta sedangkan pelaku lainnya ditangkap di Kediri.

Penemuan mayat dalam koper pada Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Kabupaten Blitar. Koper berwarna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu.

Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa kepala. Polisi berupaya terus mengusut kasus tersebut. Hingga kini sudah memeriksa 18 saksi dan olah TKP ulang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA