Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Ganda Putri Indonesia tak Tersisa di Singapore Open 2019

Kamis 11 Apr 2019 18:46 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah

Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah

Foto: badmintonindonesia.org
Jauza/Yulfira harus takluk dari juara dunia 2018, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara.

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA -- Wakil Indonesia di sektor ganda putri harus angkat koper lebih awal dari Singapore Open 2019. Hal ini menyusul kekalahan Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah oleh pasangan asal Jepang.

Tiga wakil lainnya, yakni Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah, dan Pia Zebadiah Bernadet/Anggia Shitta Awanda sudah tersingkir lebih dahulu.

Jauza/Yulfira harus takluk dari juara dunia 2018, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara dalam dua set langsung dengan skor 21-23 dan 17-21 di Singapore Indoor Stadium, Kamis (11/4).

Jauza/Yulfira sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketika membalikkan keadaan dengan skor 21-20. Namun di akhir set, ganda Jepang kembali merebut poin penuh.

“Game pertama awal-awal mau nemuin peluang untuk dapat poin tapi agak susah karena mereka mainnya rapat. Terakhir-terakhir baru bisa megang, tapi pas poin 21-20 kami matinya terlalu mudah, di bola-bola pembukaan,” kata Jauza seperti dikutip dari laman PBSI.

Pindah lapangan di game kedua, Jauza/Yulfira harus kembali beradaptasi. Jauza/Yulfira akhirnya mengakui keunggulan lawannya yang berstatus jawara tersebut.

“Game kedua beda lagi karena anginnya berubah lagi. Kami kalah angin, jadi mainnya kaya harus mulai dari nol lagi cari polanya. Ketemunya baru di poin-poin akhir lagi. Kami masih lambat startnya,” ujar Jauza mengenai laganya.

Jauza akan mengevaluasi besar-besaran terkait pematangan fokus di lapangan. Selain itu, Jauza/Yulfira juga akan berlatih mengantisipasi bola berbahaya dari atas. “Ke depannya harus diperhatikan fokus-fokus di poin kritisnya. Masih belum matang fokusnya. Mereka bola-bola atasnya bagus, cepat, dan kencang juga,” jelas Yulfira.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA