Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Djanur Kecewa Persebaya Ditahan Imbang Arema

Selasa 09 Apr 2019 18:59 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bayu Hermawan

Pelatih Persebaya Surabaya Djajang Nurdjaman (tengah)

Pelatih Persebaya Surabaya Djajang Nurdjaman (tengah)

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Persebaya gagal memetik kemenangan kala menjamu Arema di Stadion Gelora Bung Tomo.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman mengaku kecewa dengan hasil imbang 2-2 yang diraih anak asuhnya, ketika menjamu Arema FC pada leg 1 final Piala Presiden 2019, yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Mengingat, laga final ini menggunakan format home-away, dimana selanjutnya Persebaya Surabaya yang akan bertandang ke Malang pada Jumat (12/4).

Namun demikian, pria yang akrab disapa Djanur tersebut mengingatkan anak asuhnya, harapan menjadi juara belum berakhir. Djanur mengakui, pertandingan leg kedua yang dilangsungkan di Malang akan lebih sulit. Namun demikian, menurutnya tidak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola.

"Ini belum berakhir. Kita masih bisa, dan kita optimistis (bisa juara). Di Jayapura aja bisa kenapa di Malang enggak. Target kita menang di Malang, walau pun memang tidak gampang, tapi bukan berarti tidak mungkin," kata Djanur seusai pertandingan.

Pada pertandingan tersebut, Djanur berpendapat, anak asuhnya bermain sangat baik di awal laga, bahkan mampu menguasai permainan. Namun sayang, gelandang andalan mereka, Muhammad Hidayat cedera dan harus diganti. Situasi itu dianggapnya membuat konsentrasi lini tengah The Green Force buyar, dan Arema yang berbalik menguasai pertandingan.

"Iya di awal babak kita bermain bagus, tapi Hidayat kemudian cedera dan harus diganti Fandi Eko Utomo, sehingga lini tengah hari ini dikuasai oleh Arema. Kelihatannya Fandi kurang siap pada hari ini. Hasilnya memang kurang sesuai harapan," ujar Djajang.

Djadjang juga menduga, penampilan anak asuhnya yang tidak seperti biasa, bisa jadi karena waktu istirahat yang terlalu singkat. Apalagi, tiga hari sebelumnya, Persebaya Surabaya juga telah menjalani pertandingan berat, menghadapi tim bertabur bintang Madura United.

"Saya setuju mereka diuntungkan karena waktu recovery lebih lama satu hari. Satu hari juga sangat berarti. Ditambah lagi sebalumnya kami bermain berat dengan tempo tinggi di Madura," kata Djanur.

Persebaya Surabaya hanya mampu bermain imbang dengan skor 2-2 ketika menjamu Arema FC pada leg 1 final Piala Presiden di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (9/4). Gol persebaya dicetak oleh Irfan Jaya, dan Damian Emanuel Lizio. Sementara gol balasan dari tim tamu diceploskan Hendro Siswanto dan Konate Makan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA