Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Unair Tegaskan Kesiapan Gelar UTBK SBMPTN

Jumat 05 Apr 2019 15:41 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Rektor Unair Mohammad Nasih (kiri) memberi keterangan pers terkait kesiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Rektor Unair Mohammad Nasih (kiri) memberi keterangan pers terkait kesiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Unair menyiapkan sebanyak 1.450 unit komputer untuk pelaksanaan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyiapkan sebanyak 1.450 unit komputer untuk pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 13 April mendatang. Komputer yang disiapkan, sebagian besar berada di Unair dengan total 1.085 unit.

"Sisanya ada di lokasi mitra yakni 75 komputer di Universitas Muhammadiyah Surabaya, 50 komputer di Unitomo 50, 100 komputer di Untag, dan 180 komputer di Stesia. Tes UTBK Unair nanti menyebar di kampus-kampus itu," kata Rektor Unair Mohammad Nasih di Kampus C Unair, Surabaya, Jumat (5/4).

Nasih mengimbau, para peserta UTBK Unair untuk mempersiapkan diri dengan baik. Dia juga mengingatkan peserta tidak perlu membawa bolpoint dan lembar kosong, karena ada alat tulis dan kertas buram yang telah disiapkan. "Pokoknya masuk membawa orang, hati dan ruangan," ujarnya.

Untuk UTBK gelombang I, kata Nasih, persiapan Unair sudah mencapai 99,90 persen. Nasih mengklaim Unair telah menyiapkan semua perangkat dengan kapasitas yang bisa dianggap cukup. Pihaknya juga sudah melakukan penyecekan kesiapan seperti server, jaringan, pengawas, dan hanya tinggal pelaksanaannya.

Pada UTBK SBMPTN tahun ini, ada hampir 25 ribu peserta yang mendaftar di Unair. Dengan rincian 13.875 pendaftar di gelombang I dan sekiyar 11.900 peserta memdaftar di gelombang II. Selain itu, Unair telah menyiapkan kebutuhan bagi peserta berkebutuhan khusus, terutama bagi yang tuna netra. "Ada satu orang yang terindentifikasi di gelombang I. Kami fasilitasi juga," kata Nasih.

Nasih mengingatkan para peserta, masih ada waktu untuk menyiapkan dan memperhatikan tata tertiba yang telah dibuat panitia. Seperti hadir 30 menit sebelum pekaksanaan ujian atau sebelum masuk ruangan, yang artinya sudah ada di lokasi jam 7.00 WIB. 30 menit berikutnya masuk ruangan bersama. Kemudian peserta terlambat atau hadir jam 08.09 WIB dinyatakan tidak ikut ujian dan tidak boleh masuk ruangan untuk ujian sehingga dianggap peserta yang tidak hadir.

"Persiapan terbaik peserta tidak perlu membawa apa-apa. Mohon ini ujian agak lama hampir 3,5 jam pelaksanaaan. Yang bersangkutan kami tidak menyiapkan nasi, makanan, minuman sehingga mohon disiapkan. Ketika di dalam yang bersangkutan tidak boleh keluar lagi," ujar Nasih.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA