Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Kasus Pembuangan Bayi, Seks Bebas dan Kejahatan dalam Islam

Kamis 04 Apr 2019 12:05 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas mengamati bayi yang dibuang orang tuanya, di Puskesmas Nosarara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/2).

Petugas mengamati bayi yang dibuang orang tuanya, di Puskesmas Nosarara Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/2).

Foto: Antara/Basri Marzuki
Sudah ada 5 kasus pembuangan bayi hingga akhir Maret di Kabupaten Malang

Dalam tiga bulan terakhir, masyarakat Kabupaten Malang dibuat gempar dengan sederet kasus penemuan bayi. Contohnya hingga akhir bulan maret ini, sedikitnya sudah ada lima kasus penemuan bayi. 

Sungguh ironi, kasus pembuangan bayi kian hari kian marak di negeri pertiwi ini. Hal ini terjadi akibat rusaknya sistem pergaulan dalam masyarakat. Dimana perzinahan dianggap hal yang lumrah dimata masyarakat, contohnya pacaran, berboncengan yang bukan mahram, kumpul kebo, dan lain sebagainya. 

Baca Juga

Sehingga, semua pasangan baik dewasa terlebih muda-mudi yang tidak memiliki ikatan pernikahan bebas melakukan hubungan intim, layaknya suami istri. Ditambah dengan banyaknya peredaran film porno di dunia internet yang membuat syahwat para pasangan memuncak dan tak terbendung. 

Padahal dalam Islam, seks bebas merupakan suatu kejahatan yang menimbulkan banyak kemudhorotan. Baik dari segi syariat, maupun segi medis. 

Dari segi syariat, seks bebas mengakibatkan hilangnya nasab(perwalian) seorang anak, sedangkan dari segi medis sek bebas merupakan  pangkal dari penyakit menular mematikan salah satunya HIV/Aids.

Seyogianya, problem ini merupakan problem sistemik. Dimana orang tua, masyarakat, dan negara harus berkeja sama  mencari solusi terhadap problem ini, agar kasus ini dapat terselesaikan. Pun, tidak ada lagi bayi tak berdosa menjadi korban. 

Pengirim: Siti Komariah, S. Pd.I, Ibu Rumah Tangga aktif dalam Komunitas Peduli Umat di Konda, Sulawesi Tenggara

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA