Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Trump Panggil Xi Jinping 'Raja'

Rabu 03 Apr 2019 14:21 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Andri Saubani

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Great Hall of the People di Beijing, Cina, Kamis (9/11).

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Great Hall of the People di Beijing, Cina, Kamis (9/11).

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Trump mengatakan Xi Jinping 'menyukai' panggilan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia sempat memanggil Presiden Cina Xi Jinping sebagai 'raja'. Hal itu Trump lakukan dalam kunjungannya ke Cina 18 bulan yang lalu. Trump mengatakan Xi 'menyukai' panggilan tersebut.

Dalam acara pengumpulan dana kampanye Partai Republik di Washington, Selasa (2/4), Trump membagikan cerita itu kepada para tamu. Ia juga menekankan persahabatannya dengan pemimpin Cina tersebut.

Pernyataan ini Trump katakan satu hari sebelum negosiator AS dan Cina melakukan pertemuan lanjutan dalam upaya menghentikan perang dagang yang terjadi sejak awal tahun 2018 lalu. Pada akhir tahun lalu AS dan Cina sepakat untuk melakukan gencatan senjata perang dagang.

"Presiden Xi, adalah orang kuat, saya memanggilnya 'raja', ia mengatakan 'tapi saya bukan raja, saya presiden', saya katakan 'tidak, Anda presiden seumur hidup dan maka itu Anda raja, dia katakan 'huh, huh', dia menyukainya, saya panggil dia 'raja', saya berhubungan baik dengannya," kata Trump, seperti dilansir di South Morning China Post, Rabu (3/4). 

Trump mengatakan, hal itu ia sampaikan ke Xi dalam kunjungannya ke Beijing pada November 2017 lalu. Tapi baru empat bulan kemudian badan legislatif Cina National People Congress meloloskan amandemen untuk mencabut batas masa jabatan presiden.

Satu bulan setelah Trump mengunjungi Cina, Gedung Putih menyatakan negara Asia tersebut sebagai 'kompetitor strategis' AS. Beberapa bulan kemudian AS menaikan tarif impor barang-barang Cina dan perang dagang pun dimulai.

Trump dikenal dengan diplomasi sanjungan dan pujian. Ia mengaku memiliki hubungan baik dengan pemimpin-pemimpin negara di seluruh dunia meskipun dalam proses negosiasi yang ketat.

Dalam pertemuannya dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Presiden AS ke-45 itu menyebut Kim sebagai 'pemimpin yang hebat'. Walaupun kedua negara sedang melakukan negosiasi dan pembicaraan tentang denuklirisasi Semenanjung Korea. Padahal pada tahun 2017 Trump menyebut Kim sebagai 'laki-laki roket' karena ujicoba rudal balistik yang Kim lakukan.

Tapi dalam acara penggalangan dana ini Trump juga menyerang Xi. "Saya sudah memukul dia dengan keras tentang bagaimana mereka melukai negara kami," kata Trump. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA