Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

BI DIY Digitalkan UMKM

Selasa 02 Apr 2019 22:30 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Satria K Yudha

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah DIY, Srie Nurkyatsiwi (tengah)  saat membuka pelatihan On Boarding Bank Indonesia Perwakilan DIY : UMKM  Jogja Go Digital di Hotel Sheraton Yogyakarta, Senin (1/4).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah DIY, Srie Nurkyatsiwi (tengah) saat membuka pelatihan On Boarding Bank Indonesia Perwakilan DIY : UMKM Jogja Go Digital di Hotel Sheraton Yogyakarta, Senin (1/4).

Foto: Republika/Silvy Dian Setiawan
UMKM dilatih mengakses niaga daring serta pembayaran dan pembiayaan digital.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pelatihan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelatihan ini digelar untuk mendorong UMKM melek digital.

 

Pelatihan yang dilakukan mengangkat tema "UMKM Jogja Go Digital: Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment". Kegiatan ini digelar sejak 1 hingga 2 April di Sheraton Hotel Yogyakarta.

 

Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI DIY, Sri Fitriani mengatakan,  pelaku usaha atau UMKM di DIY yang memanfaatkan e-commerce, e-financing dan e-payment masih rendah. Walaupun masih rendah, pelaku usaha atau UMKM yang menggunakan teknologi ini terus mengalami peningkatan.

 

Sri mengatakan, pelatihan ini merupakan sebuah pengenalan terhadap penggunaan teknologi dalam mengembangkan bisnis dari UMKM itu sendiri. Pelatihan yang diberikan yakni dari akses pemasaran melalui niaga daring,  akses permodalan menggunakan teknologi atau e-financing dan akses pembayaran secara nontunai atau e-payment.

 

"Peserta akan mengenal dunia pembayaran dan permodalan digital, merubah pola pikir siap mencoba untuk menuju daring hingga belajar promosi," ujar Sri di sela-sela pelatihan.

 

Ia menjelaskan, masih banyak UMKM yang berorientasi hanya kepada pasar lokal. Sehingga tidak mengetahui informasi pasar secara lebih luas dan tertutup terhadap inovasi.Dengan begitu, UMKM belum memanfaatkan teknologi dalam pengembangan bisnisnya baik dari sisi produksi, pemasaran, pembayaran hingga pembiayaan.

 

"Jadi belum banyak UMKM yang sadar untuk memiliki hak paten produk yang dihasilkan dan belum memiliki strategi penjualan yang baik," ujarnya.

 

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM digital. Hal yang tak kalah penting adalah mempertemukan produk UMKM dengan marketplace yang tepat.

 

Pascakegiatan ini, BI akan melakukan pendampingan, sehingga diharapkan dapat  terbentuk data UMKM digital Yogyakarta yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM DIY ke depan. "Sehingga meningkatkan kapasitas UMKM untuk masuk ke bisnis online," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA