Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Jika Prabowo-Sandi Menang, Ini Jatah Kursi untuk PAN dan PKS

Senin 01 Apr 2019 14:18 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Ratna Puspita

Hashim Djojohadikusumo, adik capres Prabowo Subianto

Hashim Djojohadikusumo, adik capres Prabowo Subianto

Foto: VOA
Ada 13 kursi menteri yang saat ini sudah disepakati Prabowo-Sandi dan PAN-PKS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, sudah menentukan sejumlah jatah menteri untuk kabinetnya mendatang jika terpilih pada Pilpres 2019. Ada sekitar 13 kursi menteri yang saat ini sudah disepakati antara Prabowo-Sandi dengan dua partai pengusung.

Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Hashim Djojohadikusumo menyebutkan aua partai tersebut, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Tujuh untuk PAN, dan enam untuk PKS,” sambung dia saat ditemui di Jakarta, Senin (1/4).

Adapun, kata dia, partai-partai pendukung yang lain masih dalam pembicaraan. Termasuk, dia menambahkan, belum ada kesepakatan antara Prabowo-Sandi dan Partai Demokrat yang juga menjadi salah satu partai pengusung.

Baca Juga

Namun, Hashim memastikan, partai yang dipimpin mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut menyimpan potensi kader-kader untuk menduduki jabatan menteri jika Prabowo-Sandi terpilih. Yang paling diinginkan, yakni Komandan Satuan Tugas Bersama (Kosgama) Agus Harimurti Yudhono.

“Sedang didiskusikan, memang belum defenitif. (Agus Yudhoyono) salah satu yang kita pertimbangkan,” ujar Hashim yang juga adik kandung Prabowo Subianto.

photo
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade. (Republika)
Juru Bicara BPN Andre Rosiade menyampaikan, jatah menteri-menteri tersebut merupakan rencana para elite dan pemimpin partai koalisi Adil dan Makmur bentukan Prabowo-Sandi. Ia menambahkan adanya pembicaraan tentang jatah menteri di antara partai pengusung, memang wajar dalam sebuah koalisi. 

Namun, Andre mengatakan, hal yang harus ditegaskan, yaitu kapasitas Prabowo-Sandi sebagai otoritas yang mandiri dalam menentukan siapa calon menterinya jika kelak terpilih.  “Jadi calon-calon menteri pilihan Pak Prabowo-Sandi ini, dipilih karena memang Pak Prabowo-Sandi yang memilih. Bukan karena koalisi, tetapi memang karena kompetensinya,” ujar dia kepada Republika.co.id saat dihubungi Senin (1/4).

Saat ditanya apakah Prabowo-Sandi akan menambah sejumlah atau menghapus sejumlah kementerian jika kelak berhasil memenangkan Pilpres 2019. Andre mengatakan, soal tersebut masih terlalu awal dibicarakan. 

“Yang pasti, Pak Prabowo dan Sandi, ingin memastikan kementerian-kementerian itu, dibutuhkan oleh rakyat. Dan menteri yang ditunjuk, sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya. Bukan karena partai politiknya,” sambung dia.

Sebelumnya, saat kampanye terbuka di Kota Bandung, Jawa Barat, pekan lalu, Prabowo sempat melontarkan soal tokoh-tokoh partai pendukung yang layak menjadi menteri. Di hadapan puluhan ribu para pendukungnya, Prabowo bertanya tentang kepantasan sosok Agus Yudhoyono sebagai seorang menteri.

Pertanyaan serupa ia sampaikan tentang politikus PKS yang juga mantan gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Saat kampanye tersebut, Agus Yudhoyono dan Ahmad Heryawan memang menjadi juru kampanye Prabowo.

Hadir juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang mendapat pujian dari Prabowo sebagai tokoh yang sudah mengabdi di pemerintahan sejak era-SBY sebagai menteri. Tawaran nama-nama menteri ucapan Prabowo tersebut pun diiyakan para pendukungnya yang hadir saat kampanye tersebut.

Selain PAN, PKS, dan Partai Demokrat, satu lagi partai pendukung Prabowo-Sandi, yakni Partai Berkarya. Namun, partai dipimpin oleh putera mantan Presiden Soeharto, yakni Hutomo Mandala Putra, tidak masuk dalam daftar partai pengusung karena baru mengikuti pemilu tahun ini. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA