Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Wapres Afghanistan Selamat dari Percobaan Pembunuhan

Ahad 31 Mar 2019 06:02 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Ratna Puspita

Wakil presiden pertama Afghanistan, Abdul Rashid Dostum

Wakil presiden pertama Afghanistan, Abdul Rashid Dostum

Foto: Dawn
Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang melukai dua pengawal.

REPUBLIKA.CO.ID, BALKH -- Wakil Presiden Afghanistan Abdul Rashid Dostum berhasil menyelamatkan diri tanpa terluka dari percobaan pembunuhan. Serangan yang terjadi di sebelah utara Afghanistan tersebut menewaskan salah satu pengawal Dostum.

Dilansir di BBC, Ahad (31/3) pemerintah mengatakan penyerang menyerang konvoi Dostum di Provinsi Balkh. Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi selama satu jam dan melukai dua orang pengawal lainnya. 

Ini percobaan kedua membunuh Dostum sejak suku etnik Uzbek dan mantan kepala pasukan itu kembali dari pengasingan pada akhir Juli lalu. Pada bulan itu 14 orang tewas dalam bom bunuh diri di bandara Kabul tidak lama setelah ia tiba. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. 

Baca Juga

Jenderal Dostum bergabung dalam unit pemerintahan Afghanistan pada tahun 2014. Ia seorang tokoh politik yang kontroversial. Ia membantu Amerika Serikat (AS) menggulingkan Taliban pada 2001. Akan tetapi, ia juga salahkan atas kekejian dalam perang yang tak berkesudahan di Afghanistan. 

Lebih dari satu tahun yang lalu, ia pergi ke Turki. Setelah ia dituduh memerintahkan anak buahnya untuk menculik dan memperkosa rival politiknya. Ia membantah tuduhan tersebut dan bersikeras kepergiannya ke Turki untuk alasan kesehatan. 

Jenderal Dostum kembali muncul saat terjadi kerusuhan di pembangkit listrik di sebelah utara Afghanistan. Para pendukungnya meminta ia kembali dan pembebasan seorang pemimpin milisi. 

Para analis yakin Presiden Ashraf Ghani menyetujui Dostum kembali ke Afghanistan untuk menarik suara orang Uzbek. Afghanistan akan menggelar pemilihan presiden pada 28 September mendatang. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA