Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Slovakia Hampir Dipastikan akan Memiliki Presiden Perempuan

Ahad 31 Mar 2019 02:47 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Ratna Puspita

Zuzana Caputova

Zuzana Caputova

Foto: EPA-EFE/MARTIN DIVISEK
Kemenanganya akan membalikkan tren politik di Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA -- Pengacara liberal Zuzana Caputova tampaknya akan memenangkan pemilihan presiden Slovakia dalam pemungutan suara Ahad (31/3). Kemenanganya akan membalikkan tren politik di Eropa di mana berkembangnya politisi populis dan anti-Uni Eropa.  

Korupsi dan perubahan menjadi tema utama dalam pemilihan presiden Slovakia. Pemilihan ini digelar satu tahun setelah jurnalis Jan Kuciak yang menginvestigasi kasus korupsi pejabat pemerintah dibunuh bersama tunangannya di rumah mereka. 

Baca Juga

Caputova merupakan seorang politisi baru yang pro Uni Eropa akan menjadi presiden perempuan pertama Slovakia. Ia memenangi putaran pertama pada dua pekan lalu dengan perolehan suara 40,6 persen.

Persentase itu jauh di atas Komisioner Uni Eropa Maros Sefcovic yang hanya berhasil meraih 18,7 persen. "Saya tidak menganggap kemenangan ini sebagai hadiah, saya mengharapkan hasil yang lebih tajam dibandingkan dua pekan yang lalu," kata Caputova, Sabtu (30/3).

Sefcovic yang merupakan diplomat berpengaruh yang juga pro-Uni Eropa didukung partai berkuasa Smer. Smer adalah kelompok yang menguasai parlemen dan mendominasi perpolitikan Slovakia sejak 2006.

Sefcofic yang memilih bratislava mengatakan ia berharap besarnya angka pengguna hak pilih akan memberikan mandat yang kuat kepada presiden baru. "Slovakia membutuhkan rekonsiliasi dan kedamaian karena perpecahan di masyarakat mengambil energi dari masalah-masalah penting," katanya. 

Pemilihan akan dibuka pada pukul 07.00 pagi waktu setempat dan ditutup pada 10.00. Hasilnya akan disampaikan pada malam hari. Salah satu pemilih Zuzana Behrikova mengatakan ia terpengaruh dengan latar belakang Caputova yang seorang aktivis. 

"Dia tahu apa rasanya menghadapi ketidakadilan dan ia selalu berada dibelakang mereka yang melawan oligarki," kata Behrikova yang ditemani dua orang putrinya. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA