Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Disebut Banyak Jin, Hotel Borobudur Sikapi Ucapan Amien Rais

Rabu 27 Mar 2019 12:56 WIB

Rep: Nawir Arsyad/ Red: Muhammad Hafil

Hotel Borobudur Jakarta.

Hotel Borobudur Jakarta.

Foto: expedia.co.id
KPU menetapkan Hotel Borobudur menjadi tempat penghitungan suara nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais meminta agar rekapitulasi suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur Jakarta. Alasannya, di hotel tersebut menurutnya banyak jin, genderuwo, dan peretas.

Manajemen Hotel Borobudur Jakarta pun membantah pernyataan Amien Rais tersebut. Mereka menyebut bahwa hal yang dinyatakan oleh mantan Ketua MPR tidak berdasar.

"Bahwa di Hotel Borobudur Jakarta terdapat banyak jin, genderuwo, dan hacker, kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar dan tidak dapat dibuktikan tersebut," ujar Marketing Communications Manager Hotel Borobudur, Rizki Permata Sari lewat keterangan resmi yang diterima, Rabu (27/3).

Rizki menjelaskan, manajemen Hotel Borobudur bersikap terbuka atas segala aktivitas dan peristiwa yang terjadi di tempatnya. Khususnya dalam rekapitulasi surat suara Pemilu 2019.

"Dan berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka mengenai setiap aktivitas dan peristiwa yang terjadi di Hotel Borobudur Jakarta," ujar Rizki.

Perlu diketahui, Komisioner Komisi Pemilihan Umum menyatakan bahwa Hotel Borobudur  Jakarta rencananya akan dijadikan lokasi untuk rekapitulasi surat suara Pemilu 2019. Namun, Ketua Dewan Kehormaan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menolak hal tersebut. Menurutnya, di hotel tersebut terdapat banyak jin dan genderuwo. Selain itu, ia menyebut adanya hacker atau peretas di Hotel Borobudur Jakarta.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA