Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Tahun Ini, Pemprov Jabar akan Bangun 20 Jembatan

Kamis 21 Mar 2019 17:02 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Friska Yolanda

Sejumlah anggota TNI dan warga bergotong royong membangun jembatan antar Desa saat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Purwasedar, Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/3/2019).

Sejumlah anggota TNI dan warga bergotong royong membangun jembatan antar Desa saat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Purwasedar, Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/3/2019).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Jembatan juga berperan dalam menekan inflasi dengan melancarkan perpindahan orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sekretaris Daerah Jawa Barat (Sekda Jabar) Iwa Karniwa mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jabar akan membangun 20 jembatan penghubung desa di tahun 2019 ini. Iwa menuturkan, selain mempermudah akses transportasi antardesa, jembatan juga berperan dalam menekan inflasi dengan melancarkan perpindahan orang dan barang. 

Iwa mengatakan, kedua puluh jembatan yang akan dibangun ini, merupakan bagian dari 54 usulan permintaan jembatan penghubung desa. Lokasi yang diutamakan pembangunannya, didominasi oleh desa-desa di Jawa Barat bagian selatan dan Cirebon.

"Pak Kadis (DPMDesa Jabar) sudah mengidentifikasi keliling terus, sampai saat ini ada 54 jembatan desa yang kita akan coba usahakan, karena sangat penting untuk menyelenggarakan infrastruktur yang paling dasar untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Iwa kepada wartawan, Kamis (21/3).

Terkait anggaran, menurut Iwa, rata-rata anggaran per jembatan berkisar Rp 200 juta. Pihaknya akan mencari dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu tambahan pembangunan jembatan, mengingat dana dari APBD yang terbatas.

"Anggaran pembangunan jembatan rata-rata Rp200 juta. Nanti kita pun juga cari CSR, mudah-mudahan sih dengan adanya CSR, kita arahkan kepada pengusaha-pengusaha, silahkan mereka yang bangun, kita kasih datanya, masyarakat terima barangnya aja, itu lebih baik," papar Iwa. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA