Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Pelatih Stapac Ingin Timnya Pegang Kendali Ritme Permainan

Kamis 21 Mar 2019 00:01 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih Stapac Jakarta Giedrius Zibenas (kiri) memberikan keterangan terkait pertandingan final IBL Pertamax 2018/2019 di Jakarta, Selasa (19/3).

Pelatih Stapac Jakarta Giedrius Zibenas (kiri) memberikan keterangan terkait pertandingan final IBL Pertamax 2018/2019 di Jakarta, Selasa (19/3).

Foto: Republika/Prayogi
Stapac akan melakoni laga pertama final di markas SM Pertamina di Britama Arena.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Stapac Jakarta Giedrius Zibenas bertekad bisa memegang kendali ritme permainan pada laga final IBL Pertamax 2018/2019 melawan Satria Muda Pertamina. Stapac akan melakoni laga pertama final di markas SM Pertamina di Britama Arena, Jakarta, Kamis (21/3).

Dalam bahasa kiasannya sendiri, Ziebenas mengatakan akan memilih musik pengiring dan memaksa lawannya menari mengikuti. Hal itu, lanjut Zibenas, tidak lepas dari keinginannya untuk mengubah situasi yang pernah dialami ketika menghadapi SM Pertamina pada Seri IV Solo pada 19 Januari 2019 lalu.

"Saya ingat betul gim kedua, karena saya pikir kami sudah kalah. Kemudian beruntung tembakan tripoin Bram (Abraham Damar Grahita) masuk, memaksa overtime dan kami menang di sana," kata Zibenas ditemui seusai memimpin sesi latihan di BritAma Arena, Rabu (20/3) petang.

Baca Juga

Menurut Zibenas, kala itu timnya terlalu banyak membiarkan Satria Muda memperoleh angka dari poin-poin situasi mudah.

"Kami membiarkan mereka bermain sebagaimana yang mereka mau, ibaratnya mereka yang memilih musik pengiring dan kami menari mengikuti," ujar pelatih asal Lithuania itu. "Jadi besok, kami akan memilih musik pengiring dan Satria Muda harus menari mengikuti. Itu yang harus diubah." 

Pada laga Seri IV tersebut, Stapac memang hampir kalah dan bisa memaksakan pertandingan dilanjutkan ke babak overtime berkat tembakan tripoin Bram yang mengubah skor akhir kuarter keempat menjadi 70-70. Stapac kemudian memastikan kemenangan lewat masa overtime dengan skor akhir 85-78 untuk menuntaskan catatan sapu bersih kemenangan dalam dua pertemuan kontra SM Pertamina pada musim reguler, setelah di Seri II Jakarta mereka juga menang 66-63.

Kedua tim akan kembali bertemu di partai final IBL Pertamax yang kembali digelar dalam format best of three atau pemenang dua laga lebih dulu keluar sebagai juara. Laga final pertama digelar di Britama Arena, Jakarta, Kamis (21/3), sebelum kemudian laga kedua diboyong ke GOR C'Tra Arena Bandung, dua hari berselang. Jika belum ada tim yang mengantongi dua kemenangan maka laga ketiga akan digelar juga di C'Tra Arena pada Ahad (24/3).

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA