Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Khofifah Caketum PPP? Sekjen: Sekadar Test Water Saja

Rabu 20 Mar 2019 19:36 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Andi Nur Aminah

Sekjen PPP Arsul Sani berbicara kepada wartawan di Rumas Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9).

Sekjen PPP Arsul Sani berbicara kepada wartawan di Rumas Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Usulan itu dinilai hanya sekadar suara minoritas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- DPW PPP Jawa Timur mengusulkan nama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketum PPP saat Mukernas PPP di Bogor yang akan berlangsung Rabu (20/3) malam. Sekjen PPP Arsul Sani menilai hal tersebut sekadar suara minoritas.

Arsul mengaku mempermasalahkan jika ada nama-nama usulan terkait dengan nama pengganti dari mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy. Nama Khofifah dibawa DPW PPP Jatim sebagai usulan Ketum PPP yang baru. "Tidaklah, lontaran itu kan boleh, test water saja, saya kira tidak," kata Arsul di Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3).

Arsul menegaskan, Mukernas yang digelar PPP akan tetap mengukuhkan Suharso Monoarfa. Sejumlah DPW, seperti DPW Jawa Barat yang tidak setuju lantaran penunjukan Suharso dianggap menyalahi AD/ART.

Baca Juga

"Kalau ditanya apa ini akan lancar atau tidak, ya tentu terpulang kepada para pesertanya. Tetapi kalau saya lihat semangat dari DPW yang merupakan peserta utama dari Mukernas ini, mestinya lancar karena semuanya punya kesadaran bahwa ini adalah emergency situation bagi PPP," kata dia.

Selain Khofifah, DPW Jawa Tengah juga mengajukan nama Waketum PPP Arwani Thomafi sebagai Plt Ketum PPP. Menanggapi hal tersebut, Arsul menilai wajar jika ada suara minoritas yang tidak berbanding lurus dengan keputusan rapat pengurus harian. Arsul meyakini DPW bakal memahami keputusan darurat pengukuhan Suharso yang diambil PPP.

"Artinya tentu ada pandangan mayoritas ada pandangan minoritas. Nah yang minoritas itu tidak memaksakan kepada yang mayoritas, saya kira enggak apa-apa," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA