Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Wiranto: Tak akan Ada Tabrakan Massa Saat Kampanye Terbuka

Kamis 14 Mar 2019 14:38 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andri Saubani

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan), Jaksa Agung HM Prasetyo (kiri) dan pimpinan terkait memberikan keterangan seusai rakortas tingkat menteri tentang perkembangan situasi bidang polhukam terkini di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (23/10).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto (tengah) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan), Jaksa Agung HM Prasetyo (kiri) dan pimpinan terkait memberikan keterangan seusai rakortas tingkat menteri tentang perkembangan situasi bidang polhukam terkini di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (23/10).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Jumlah personel aparat dinilai cukup untuk mencegah kerawanan kampanye terbuka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, mengatakan, tabrakan massa pada saat kampanye terbuka atau rapat umum tidak mungkin terjadi. Melihat kerawanan lain, ia yakin personel aparat keamanan yang diturunkan cukup untuk mencegahnya.

"Pengaturan perzona, perhari, siapa yang diizinkan untuk berkampanye dengan cara-cara rapat umum itu sudah diatur dengan baik. Sehingga tidak dimungkinkan adanya tabrakan massa," ujar Wiranto usai rapat koordinasi terbatas bersama pemangku kepentingan penyelenggaraan Pemilu 2019 di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

Namun, Wiranto tak menutup kemungkinan adanya kerawanan-kerawanan lain karena masih berlangsungnya kegiatan pemilu lainnya, seperti rapat tertutup dan rapat terbatas. Menurutnya, pada kegiatan tersebut, sangat mungkin terjadi pergesekan antarmassa pendukung.

"Tapi, di sini aparat keamanan, polisi dan TNI, sudah menggelar kekuatan yang cukup untuk dapat mencegah terjadinya gesekan-gesekan massa yang kemudian mengakibatkan konflik," tuturnya.

Wiranto menilai, kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan, seperti rapat terbatas, rapat tertutup, tatap muka, dan sebagainya sudah dilaksanakan dengan baik. Ia tak melihat adanya hal yang menghambat terlaksananya tahapan Pemilu 2019.

Tahapan kampanye terbuka akan dilaksanakan mulai 24 Maret 2019 hingga 13 April 2019 mendatang. Dalam tahapan ini akan ada pergerakan massa yang cukup besar di semua wilayah karena kampanye dilakukan untuk pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

photo
Zonasi Kampanye Akbar Pemilu

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA