Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Pendis Kemenag: Buku Putih untuk Utamakan Moderasi Beragama

Selasa 12 Mar 2019 12:18 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa

 Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin

Foto: dok. Kemenag.go.id
Moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi keniscayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sedang menyelesaikan buku putih Moderasi Beragama. Teranyar, proses penyelesaian karya itu dalam tahap menghimpun berbagai pandangan dari cendekiawan, tokoh lintas agama, dan aktivis soal moderasi.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin, buku putih tersebut disusun dalam rangka mengarusutamakan moderasi beragama di Indonesia. Dia memandang, moderasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah suatu keharusan.

Baca Juga

"Karena Indonesia adalah negara, bangsa, yang sangat majemuk di suatu sisi, dan di sisi lain sangat religius," ujar Kamaruddin Amin kepada Republika.co.id, Selasa (12/3).

Dia melanjutkan, sikap moderat dalam beragama menunjukkan upaya untuk merawat toleransi di tengah masyarakat, demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih damai lagi. Kamaruddin menilai, buku putih Moderasi Beragama nantinya dimaksudkan sebagai pedoman dalam mengimplementasikan hal tersebut, utamanya bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN).

"Buku putih itu nanti isinya terkait tentang apa itu moderasi beragama, dan mengapa moderasi agama itu penting," jelas guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar itu.

Kemarin, Kepala Biro Humas Data dan Informasi (HDI) Kemenag Mastuki menerangkan, buku Moderasi Beragama dibuat sebagai panduan dalam memudahkan para pejabat maupun ASN di lingkungan direktorat jenderal, kantor-kantor wilayah, hingga perguruan tinggi yang berada di bawah Kemenag.

Isi buku itu secara umum meliputi soal bagaimana beragama pada titik yang moderat, yakni tidak ekstrem.

"Bahan-bahannya sudah selesai. Jadi tinggal memperkaya. Belum ada waktu yang fix (peluncurannya) tapi Pak Menteri (Lukman Hakim Saifuddin) sudah memerintahkan secepatnya untuk mengundang tokoh-tokoh agama untuk memberikan perspektif," tutur Mastuki.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA