Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Kemendikbud Bekali TNI AD untuk Bantu Sekolah di Kawasan 3T

Selasa 12 Mar 2019 08:51 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto berkunjung ke Yonif Raider 514 Kostrad guna mengecek kesiapan operasi ke daerah Perbatasan RI-PNG, Bondowoso, Sabtu (2/2).

Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto berkunjung ke Yonif Raider 514 Kostrad guna mengecek kesiapan operasi ke daerah Perbatasan RI-PNG, Bondowoso, Sabtu (2/2).

Foto: dok. Penkostrad
Pembekalan pun telah diberikan kepada 900 prajurit yang siap ditempatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggandeng TNI AD, untuk memberikan layanan pendidikan yang merata, khususnya di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal ( daerah 3T). Pembekalan pun telah diberikan kepada 900 prajurit yang siap ditempatkan. 

Pemberian pembekalan tersebut merupakan pelaksanaan dari perjanjian kerja sama antara Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud, Supriano, dengan Asisten Teritorial KASAD, Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari tentang Penguatan Kompetensi dalam Proses Pembelajaran di Kelas Kepada Personel TNI AD pada Satuan Pendidikan di Daerah 3T, Untuk Memenuhi Kebutuhan Guru di Daerah Perbatasan. Perjanjian kerja sama ini ditandatangani pada Rabu, 27 Januari 2019, di Kantor Kemendikbud, di Jakarta.

"Kerja sama ini bukan untuk menjadikan tentara beralih fungsi sebagai guru, tetapi untuk memberikan bekal kepada prajurit TNI AD yang bertugas di daerah perbatasan, dan sewaktu-waktu bisa membantu Pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat yang sekolahnya kekurangan guru, di samping melaksanakan tugas utamanya menjaga kedaulatan NKRI," kata Supriano, dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (11/3).

Bimbingan teknis ini dilaksanakan mulai tanggal 11 Maret sampai 14 Maret 2019 di dua lokasi yakni di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Garut, Jawa Barat, dengan jumlah peserta masing-masing 450 orang prajurit . "Ini merupakan langkah bersinergi antara Kemendikbud dengan TNI AD, dan baru pertama kali dilakukan. Dengan terbekalinya para prajurit tersebut, dapat membantu memberikan layanan pendidikan di daerah 3T, yang saat ini akan ditempatkan di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau," ujar Supriano.

Selain membantu mengajar di daerah tersebut pada satuan pendidikan yang kekurangan guru, kata Supriano, para prajurit juga dapat memberikan informasi kepada Kemendikbud fasilitas pendidikan yang dibutuhkan di daerah tersebut. Ia pun berharap dengan adanya sinergi ini, proses belajar mengajar siswa di daerah 3T tidak terganggu dengan alasan kekurangan guru.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA