Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Kecelakaan 737 MAX 8 Diprediksi tak Pengaruhi Bisnis Boeing

Senin 11 Mar 2019 13:41 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Pesawat jenis Boeing 737 (ilustrasi)

Pesawat jenis Boeing 737 (ilustrasi)

Foto: VOA
Saham Boeing anjlok 12 persen selama beberapa pekan setelah jatuhnya Lion Air JT610

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang menggunakan pesawat tipe Boeing 737MAX 8 dinilai para analis tidak akan membuat bisnis Boeing terlalu terguncang. Analis penerbangan di Teal Group, Richard Aboulafia meramalkan bahwa dampak dari kecelakaan Ethiopian Airlines, Ahad (10/3), mungkin tidak terlalu mengganggu pendapatan Boeing.

"Sehubungan dengan basis pendapatan perusahaan, ini tidak akan terlalu membebani dengan cara apa pun," kata Aboulafia, dilansir di CNN, Senin (11/3).

Aboulafia menilai, jika kecelakaan Ethiopian Airlines disebabkan oleh masalah yang sama dengan kecelakaan Lion Air JT610, Boeing mungkin perlu segera mengimplementasikan paket modifikasi pada pesawatnya dan mengubah cara kru 737 MAX 8 dilatih.

Boeing mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (10/3) bahwa perusahaan sangat sedih mengetahui kematian penumpang dan awak pada penerbangan Ethiopian Airlines 302, sebuah pesawat 737 MAX 8.

"Kami menyampaikan simpati tulus kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari penumpang dan awak di atas kapal dan siap untuk mendukung tim Ethiopian Airlines," kata pernyataan itu.

Tim teknis Boeing akan melakukan perjalanan ke lokasi kecelakaan untuk memberikan bantuan kepada Biro Investigasi Kecelakaan Ethiopia dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS. Pesawat Ethiopia tersebut sudah terbang 1.400 jam sebelum jatuh, dan Ethiopian Airlines memiliki catatan keamanan yang baik.

Kecelakaan Lion Air pada Oktober diyakini disebabkan oleh data yang salah yang menyarankan pesawat dimiringkan lebih tinggi dari itu. Sistem keamanan baru yang dipasang di pesawat 737 MAX 8 secara otomatis menarik bagian depan pesawat ke bawah jika data menunjukkan pesawat berisiko.

Saham Boeing anjlok 12 persen pada minggu-minggu setelah jatuhnya Lion Air JT610. Pada penutupan perdagangan Jumat (8/3) pekan lalu saham Boeing ditutup di posisi 422,54 dolar AS atau meningkat 18 persen dari sebelum insiden jatuhnya Lion Air JT610 pada 29 Oktober 2018 lalu di Indonesia, menurut Reuters.

Saham Boeing naik 31 persen sepanjang 2018 lalu, dan menjadi best performer di Dow Jones (DJIEW) tahun ini dan saham terbaik ke-16 di S&P 500. Saham Boeing akan menjadi perhatian setelah adanya kecelakaan ini.

Tahun 2018 merupakan tahun terbaik Boeing, dan mengharapkan tahun ini menjadi lebih baik. Perusahaan membukukan penjualan lebih dari 100 miliar dolar AS untuk pertama kalinya dalam 102 tahun sejarahnya karena peningkatan pengiriman jet komersial dan militer. Perusahaan ini mengirimkan rekor 806 jet komersial tahun lalu, naik hampir 6 persen dari 2017.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA