Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Relawan Nilai Kondom Bergambar Jokowi-Maruf Kampanye Hitam

Sabtu 09 Mar 2019 21:25 WIB

Red: Andri Saubani

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Alat kontrasepsi yang kemasannya bergambar Jokowi-Ma'ruf beredar di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Relawan pasangan Jokowi-KH Maruf Amin, Bravo-5 Jawa Timur, geram atas beredarnya gambar alat kontrasepsi di sejumlah media sosial yang kemasannya bergambarkan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01. Relawan Bravo-5 menilai adanya kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma'ruf.

"Kami sangat tidak sepakat dan menyayangkan kampanye hitam yang diarahkan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Ketua Bravo-5 Jawa Timur, Ubaidillah Amin, kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (9/3).

Menurut dia, beredarnya gambar alat kontrasepsi jenis kondom tersebut merupakan fitnah dari pihak-pihak yang ingin membuat suasana pesta demokrasi menjadi tidak tenang. Gus Ubaid, sapaan akrabnya, mengaku tidak sepakat dan mengutuk cara-cara berpolitik yang tidak sehat sehingga dapat merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun.

"Kami meminta pihak berwenang segera mengusutnya," ucapnya.

Menurut dia, pendukung Jokowi tidak mungkin membuat alat kontrasepsi tersebut, lalu dibagi-bagikan ke masyarakat, terlebih dibungkus dengan simbol 01. Sementara itu, wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko yang mendengar adanya alat kontrasepsi dikemas dalam bungkus bergambar nomor urut 01 mengaku sangat menyayangkan dan merupakan perilaku tak bermartabat.

Mantan Panglima TNI itu bahkan berpikir untuk melaporkannya ke polisi untuk diusut tuntas pembuat serta pelaku yang menyebarkannya. "Sangat memungkinkan kami melaporkannya. Tapi yang pasti, semakin dizalimi maka suara Pak Jokowi kami yakin semakin baik," kata purnawirawan jenderal bintang empat yang juga kepala staf kepresidenan tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA