Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Senator AS Sebut Pangeran MBS Sepenuhnya Gangster

Kamis 07 Mar 2019 11:01 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Foto: AP/Amr Nabil
Pensiunan Jenderal AS John Abizaid menjadi calon duta besar AS untuk Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Senator-senator Amerika Serikat (AS) menyebut Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) sebagai 'gangster atau preman. Pernyataan ini diungkapkan para senator dalam sidang audiensi dengan Pensiunan Jendral AS John Abizaid yang menjadi calon duta besar AS untuk Arab Saudi.

Senator AS dari partai Republik maupun Demokrat mengecam perilaku pangeran MBS dalam perang sipil Yaman, gaya diplomasinya yang mencengkram dan pelanggaran hak asasi manusia yang ia lakukan. Kendati begitu, Abizaid tetap membela hubungan AS-Arab Saudi. 

Senator dari partai Republik Marco Rubio mengatakan MBS telah menjadi 'gangster sepenuhnya'. Pernyataan yang diulangi Senator partai Republik lainnya Ron Johnson.

"Dia ceroboh, dia kejam, dia memiliki kecenderungan untuk meningkatkan ketegangan, untuk mengambil risiko yang tinggi, pendekatan kebijakan luar negerinya konfrontatif dan saya pikir dia semakin ingin menguji batasan yang ia dapatkan dari Amerika Serikat," kata Rubio, Kamis (7/3). 

Dalam sidang tersebut Abizaid meminta pertanggungjawaban atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan mendukung hak asasi manusia. Tapi ia juga berulang kali menekankan pentingnya hubungan AS-Arab Saudi.

"Ini perjalanan panjang, kami harus memiliki kerja sama yang kuat dan dewasa dengan Arab Saudi, menjadi kepentingan kami untuk memastikan hubungan ini berjalan baik," kata Abizaid kepada senator-senator AS.

AS tidak memiliki duta besar di Arab Saudi sejak Donald Trump berkuasa pada Januari 2017 lalu. Abizaid  merupakan seorang pensiunan jendral bintang empat yang memimpin Komando Pusat dalam perang Irak. Ia diprediksi dengan mudah memenangkan dukungan Senat.

Dalam sidang ini anggota-anggota legislatif AS mengungkap kemarahan mereka kepada MBS. Beberapa dari mereka menyalahkannya atas pembunuhan Khashoggi dan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Arab Saudi.  "Arab Saudi terlibat dalam aksi yang dengan sangat mudah untuk tidak dapat diterima," kata Senator Jim Risch, yang menjadi ketua sidang.

Dalam dua pekan terakhir Risch menggelar rapat tertutup yang membahas tentang Arab Saudi. Senator Bob Menedez mengatakan, ia menyadari pentingnya kerja sama dan hubungan dengan Arab Saudi mengingat ancaman Iran di kawasan.

"Tapi kami tidak bisa membiarkan kepentingan ini membutakan nilai kami atau kepentingan stabilitas jangka panjang," kata Mendez.

Menendez tidak menyinggung nama menantu Trump sekaligus penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan Arab Saudi. Tapi Menendez bertanya apakah Abizaid bersedia memberikan informasi penuh tentang interaksi Gedung Putih dengan Arab Saudi. Abizaid mengatakan ia bersedia.

Dalam sidang ini Abizaid juga mengatakan siap mendeklarasikan kemenangan atas ISIS. Namun ISIS akan tetap menjadi 'potensi ancaman' bagi Amerika dan sekutunya.

Pada Desember lalu Donald Trump mengumumkan akan menarik pasukan dari Suriah karena ISIS sudah berhasil dikalahkan.  Keputusan itu bertentangan dengan nasihat petinggi militer dan intelijen. Setelah menuai banyak protes Trump memutuskan untuk tetap mempertahankan ratusan pasukan AS di sana lebih lama lagi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA