Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Wednesday, 2 Ramadhan 1442 / 14 April 2021

Mamah Dedeh: IBF Penting Dikunjungi Masyarakat Muslim

Jumat 01 Mar 2019 20:39 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

Mamah Dedeh di acara IBF 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (1/3)

Mamah Dedeh di acara IBF 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (1/3)

Foto: Republika/Fuji E Permana
Mamah Dedeh menilai, IBF menjadi ajang wisata buku dan edukasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustazah Mamah Dedeh mengapresiasi Islamic Book Fair (IBF) karena ajang itu telah berkontribusi meningkatkan literasi umat Islam. Menurut dia, IBF 2019 penting dikunjungi anak-anak Muslim supaya mereka kian mencintai pustaka dan ilmu-ilmu agama.

Dai kondang itu memandang, pada zaman sekarang banyak anak-anak yang cenderung jauh dari tuntunan agama. Namun, dirinya tidak melihat kesalahan sepenuhnya pada diri mereka. Sebab, peran serta orang tua juga harus ditingkatkan, supaya buah hati menjadi dekat dan bahkan tertarik mendalami agama.

Maka dari itu, lanjut dia, penyelenggaraan IBF yang rutin setiap tahun diharapkan mampu menarik minat anak-anak untuk membaca buku-buku agama serta mengamalkan isinya.

Baca Juga

"IBF penting dikunjungi. Di IBF, banyak buku-buku islami, semuanya Insya Allah didasarkan pada Alquran dan Sunnah Rasul," kata Mamah Dedeh kepada Republika.co.id saat ditemui di sela-sela kegiatan ceramah di lokasi IBF, JCC Senayan, Jakarta, Jumat (1/3).

Mamah Dedeh menilai, para pengunjung IBF didominasi kalangan generasi muda. Hal itu berarti, IBF sudah cukup sukses dalam menyajikan ajang wisata buku dan edukasi dalam rangka menumbuhkan budaya literasi umat Islam.

"Saya melihat acara IBF sekarang sudah sangat baik karena yang datang ke IBF anak-anak muda. Itulah tujuan kita. Kalau yang seumuran nenek-nenek sudah 69 tahun, tinggal menunggu sisa hidup, tapi generasi muda masih butuh banyak bahan bacaan," ujar dia.  

Ada perbedaan antara cara anak-anak zaman sekarang dalam mencari informasi dibandingkan dengan generasi dari masa lalu. Yang disebut belakangan itu cenderung mengandalkan buku-buku di perpustakaan. Adapun anak-anak kekinian lebih suka yang praktis, yakni mengandalkan teknologi internet.

photo
Mamah Dedeh dan Wakil Ketua Panitia IBF 2019 Syahruddin El-Fikri (kanan)
 

Sayangnya, sesuatu yang praktis itu justru menjurus pada hal-hal yang instan. Oleh karena itu, lanjut Mamah Dedeh, kehadiran IBF dapat ikut merangsang anak-anak dari generasi kini untuk semakin membiasakan diri membaca buku. Dengan begitu, cara berpikir mereka dapat terbentuk lebih baik dan sistematis.

"Walau bagaimanapun juga, kalau baca buku, referensinya lebih jelas. Di Google memang referensinya ada, tapi maaf zaman sekarang serba instan mereka (anak-anak) jadi jauh dari buku," papar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA