Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Makanan Basi yang Boleh dan tidak Boleh Dimakan (2-Habis)

Kamis 28 Feb 2019 07:01 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Indira Rezkisari

Makanan berjamur. Jangan konsumsi yogurt jika telah tumbuh jamur.

Makanan berjamur. Jangan konsumsi yogurt jika telah tumbuh jamur.

Foto: Wikipedia
Segera lupakan makanan yang sudah dimasak dan berjamur.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Selama diskusi kabinet baru-baru ini tentang limbah makanan, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengakui dia tidak membuang makanan saat sudah tumbuh jamur. May memilih menghilangkan jamur dan menghabiskan sisa makanan yang kondisinya masih layak.

Pembicaraan tentang kebiasaan kuliner May telah memicu debat nasional. Hal itu mendorong beberapa orang untuk memuji perdana menteri karena melakukan upaya sadar untuk mengurangi limbah.

Namun benarkah makanan basi masih layak dimakan? Ternyata tidak. Dikutip dari laman Independent, berikut beberapa daftar yang masih aman dan tidak aman dimakan jika sudah basi.

Makanan basi yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketika sudah berjamur:

Sisa makan siang dan sisa daging
Makanan yang memiliki kadar air tinggi, seperti daging makan siang atau sisa daging yang dimasak, bisa berbahaya dimakan jika sudah jamuran. "Makanan dengan kadar air tinggi dapat terkontaminasi di bawah permukaan. Makanan berjamur juga mungkin memiliki bakteri yang tumbuh bersama dengan jamur," demikian keterangan USDA.

Biji-bijian atau pasta yang dimasak
Aturan yang sama berlaku untuk biji-bijian dan pasta yang dimasak yang memiliki kadar air tinggi.

Keju lembut
Beberapa keju aman dikonsumsi walau sudah berjamur. Seperti keju keras atau keju yang diproduksi dengan jamur. Namun hal yang sama tidak berlaku untuk semua keju. Ketika jamur muncul pada keju lunak seperti Brie dan Camembert maka disarankan untuk segera membuang keju.

Selai
USDA menyarankan membuang selai jika jamur sudah tumbuh. Jamur tersebut dapat menghasilkan mikotoksin yang merupakan zat beracun. "Ahli mikrobiologi merekomendasikan untuk tidak menghilangan jamur dan menggunakan selai yang tersisa," kata USDA.

Yogurt
Sebagai bahan makanan dengan kadar air tinggi, tidak disarankan untuk mengonsumsi yogurt yang sudah ditumbuhi jamur.

Buah dan sayuran lunak
Ketika jamur dapat dengan aman dihilangkan dari buah-buahan dan sayuran keras, taktik yang sama tidak berlaku untuk buah-buahan dan sayuran lunak. Buah persik, tomat, dan mentimun jangan dikonsumsi jika sudah berjamur karena kandungan air yang tinggi dari makanan.

Roti
Roti beragi mengandung agen peningkat seperti ragi, berisi kantong udara yang terbentuk setelah proses fermentasi. Karena sifat roti yang keropos, jamur dapat dengan mudah menyebar dan mencemari permukaannya.

"Roti aman dikonsumsi melebihi tanggal 'Best Before' tetapi konsumen tidak boleh makan roti yang berjamur, atau mengeluarkan jamur dan mengkonsumsi sisanya," saran FSA.

Kacang
Banyak orang mungkin makan kacang setiap hari merupakan camilan bergizi. Namun berhati-hatilah untuk tidak makan kacang jika sudah ditumbuhi jamur. "Makanan yang diproses tanpa bahan pengawet berisiko tinggi terhadap jamur," USDA menjelaskan. Kacang-kacangan dan biji-bijian yang telah dipanggang atau diasinkan lebih mungkin mengandung bahan pengawet dan karena itu memiliki risiko lebih rendah terkena jamur.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA