Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Bank Mandiri Siapkan Kredit Online untuk UMKM

Rabu 27 Feb 2019 17:49 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Toko Online/Ilustrasi

Toko Online/Ilustrasi

Foto: corbis.com
Kredit online untuk UMKM ini akan diintegrasikan dengan marketplace

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, berencana menyalurkan kredit online bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terhubung dengan e-commerce. Penyaluran kredit secara online itu dinilai sebagai peluang baru untuk kerja sama bisnis layanan permodalan.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri, Hery Gunadi, mengatakan, Bank Mandiri menjalin kerja sama dengan Tokopedia dan Bukalapak sebagai startup unicorn yang memiliki banyak mitra UMKM. “Kita lagi menjalin kerja sama dengan mereka. Disitu, banyak sekali UMKM yang membutuhkan modal,” kata Hery saat ditemui di Perbanas Institute, Rabu (27/2).

Sejauh ini, kata dia, Bank Mandiri masih membangun aplikasi jaringan untuk kredit online yang diintegrasikan dengan Tokopedia dan Bukalapak. Aplikasi tersebut juga akan digunakan untuk memverifikasi statsu UMKM yang mengajukan kredit sekaligus mengontrol arus keuangan usaha.

Adapun kredit yang akan diberikan secara online itu diutamakan untuk kredit modal kerja. Menurut Hery, mengacu pada pembahasan terakhir ketiga pihak, plafon kredit yang akan diberikan sebesar Rp 500 juta per UMKM.

Bank Mandiri belum dapat memberikan kredit online dalam jumlah besar karena produk tersebut masih dalam tahap proyek percontohan. “Kita coba dulu jajaki. Ini kan juga sekaligus untuk mengurangi kegiatan transaksi secara manual,” ujarnya.

Sebagai informasi, jumlah mitra UMKM yang menjajakan produknya lewat marketplace Bukalapak dan Tokopedia sudah lebih dari empat juta pelaku usaha. Jumlah yang besar itu, alhasil dilirik sebagai pasar baru untuk penyaluran kredit secara online.

Lebih lanjut, Hery, menuturkan, Bank Mandiri juga tengah menyiapkan inovasi teknologi perbankan untuk layanan pembuatan rekening secara online. Nantinya, pembukaan rekening secara online itu akan menggunakan sistem Know Your Customer (KYC) yang juga dapat diakses melalui ponsel.

KYC tersebut akan dihubungkan langsung dengan basis dana KPT elektronik yang dimiliki oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sehingga pembukaan rekening secara online dapat dipastikan aman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA