Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Sore Ini, PSM akan Hadapi Tantangan Ganda di Singapura

Rabu 27 Feb 2019 09:28 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Logo PSM Makassar

Logo PSM Makassar

Foto: Wikipedia
Kemenangan di markas Home United bisa menjadi bekal positif untuk si Juku Eja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PSM Makassar akan menjalani laga perdana di Grup H AFC Cup 2019 melawan klub asal Singapura, Home United, Rabu (27/2) sore WIB. Laga ketat diprediksi akan tersaji di markas lawan, Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura, tersebut. Bagi PSM, ada dua tantangan yang harus dapat diatasi agar bisa memenangi laga.

Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengaku bangga dapat mewakili nama Makassar, Sulawesi Selatan, dan Indonesia di kompetisi tingkat Asia. Untuk itu, PSM tertantang untuk membawa kabar gembira ke Makassar.

Ia pun sudah mempersiapkan anak asuhnya untuk menghadirkan yang terbaik pada laga tersebut meski dengan persiapan singkat. "Kami mempersiapkan laga ini kira-kira selama dua pekan. Tapi, terus terang kami tidak tahu banyak tentang lawan kami (Home United)," kata Kalezic dalam konferensi pers prapertandingan, Selasa (26/2).

Kalezic telah mempelajari lawan dari catatan pertandingan Home United melawan Persija di Singapura awal Februari lalu. Saat itu, Persija mengalahkan Home United dengan skor 3-1 pada laga kualifikasi Liga Champions Asia 2019.

Dengan bekal permainan impresif selama beberapa pertandingan terakhir, dia yakin timnya akan memberikan perlawanan. Bahkan, dia yakin timnya punya peluang besar meraih tiga angka. "Karena itu, kami akan mengerahkan seluruh kualitas dan kekuatan kami," ujarnya.

Selain buta kekuatan lawan, tantangan lain yang harus PSM atasi adalah kondisi lapangan. Tak seperti lapangan di Indonesia kebanyakan, medan laga di Stadion Jalan Besar menggunakan rumput sintetis.

Kalezic pun langsung memfokuskan latihan pemainnya dengan menu adaptasi lapangan. Hingga kemarin, pemain si Juku Eja masih terus menyesuaikan diri dengan rumput lapangan.

"Kami tidak terbiasa dengan lapangan sintetis, perbedaannya sangat besar. Dalam latihan, kami terus fokus dengan kondisi lapangan tersebut," kata Kalezic.

Pelatih yang belum sebulan menjadi nakhoda PSM itu mengatakan, pertandingan melawan Home United merupakan ujian yang tepat untuknya. Meski ujian pertamanya adalah pertandingan resmi kaliber Asia, Kalezic berharap anak asuhnya banyak mengambil pelajaran dari laga internasional nanti.

"Betul, ini tes yang sesungguhnya. Namun, yang jadi patokan kami adalah lima sampai enam pekan kemudian. Kita harus bekerja sama dan masih banyak yang harus dipelajari oleh pemain," ujarnya.

Pemain PSM Ferdinand Sinaga menambahkan, torehan tiga poin akan penting bagi timnya. Tiga poin dapat menjadi bekal kuat bagi PSM dalam menjalani laga-laga selanjutnya.

"Kita harus melakukan yang terbaik dan menghasilkan tiga poin karena tiga poin pertama sangat penting sehingga dapat terjaga pertandingan-pertandingan berikutnya," kata Ferdinand.

Mantan bomber Persib Bandung itu juga tidak mempermasalahkan kondisi cuaca Singapura yang dirasa lebih sejuk dibandingkan Makassar. Ferdinand justru senang karena udara memberikan timnya keuntungan

"Tidak ada masalah (cuaca) menurut saya. Kalau cuaca di sini lebih dingin daripada Makassar dan itu lebih baik untuk kami karena kami biasa latihan di tempat panas," ujarnya.

Demikian pula soal rumput lapangan, Ferdinand memastikan tak ada masalah. "Adaptasi kita di latihan pertama tadi (kemarin) berjalan baik, dan teman-teman semua sudah bagus. Mereka tidak terlalu susah adaptasi di lapangan sintetis. Aliran bola semuanya bagus, tidak ada masalah," katanya.

Pemain berusia 30 tahun itu menilai seluruh pemain--baik kawan maupun lawan-- akan berada di atas lapangan yang sama. Oleh karena itu, kedua tim akan memperoleh kesempatan yang sama untuk menang.

"Jadi, besok (sore ini) adalah tentang siapa yang paling siap dan tentang mental juara untuk memberikan yang terbaik dan menghasilkan kemenangan," ujarnya.

Bagi tuan rumah, PSM dianggap sebagai lawan yang akan memberikan laga tak mudah. Pelatih Home United, Saswaditama Dasuki, menilai pertandingan nanti akan sangat ketat. Ia mengaku sudah melihat beberapa pertandingan PSM dan menganggap tamunya bukan tim sembarangan.

"Seperti yang kita tahu, PSM Makassar sangat kuat. Menurut saya, nanti akan ada pertandingan yang ketat," kata Siswaditama dalam konferensi pers prapertandingan.

Di satu sisi, Siswaditama menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi PSM. Ia menyebut timnya lebih berpengalaman bermain di kancah Asia. "Ini modal kami, tapi tentu tidak akan membuat semuanya menjadi mudah. Kami harus siap secara fisik dan mental," ujarnya.

Salah satu pemain Home United, Faizal Roslan, menuturkan, kemenangan atas PSM adalah wajib. Ia tak ingin PSM berpesta di kandang timnya.

"Tim ini bekerja dengan baik. Tahun ini kami harus terus menang agar terus mendapatkan kebaikan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA