Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Literasi Umat Islam Perlu Ditingkatkan

Selasa 26 Feb 2019 21:08 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Hasanul Rizqa

(ilustrasi) logo nahdlatul ulama

(ilustrasi) logo nahdlatul ulama

Foto: tangkapan layar wikipedia
Umat Islam memiliki khazanah literasi yang beragam dan kaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perkembangan teknologi idealnya dapat meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya umat Islam. Sebab, ada banyak kemudahan untuk mengakses berbagai sumber informasi dan pengetahuan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU), Abdullah Wong. Menurut dia, peradaban Islam memiliki kekayaan khazanah ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Hanya saja, keadaan itu tidak selalu disokong minat baca kaum Muslimin.

Baca Juga

"Kemiskinan literasi kita ini semakin kuat ketika sajian-sajian yang disampaikan oleh para narasumber Islam cenderung sudah siap pakai," kata Abdullah Wong kepada Republika.co.id, Selasa (26/2).

Dia menuturkan, berbagai platform media sosial cenderung belum memuat konten yang disajikan secara runut, yakni mulai dari hal-hal yang bersifat ontologis dan epistemologi. Mayoritas konten bersifat siap saji, sehingga kurang merangsang kesadaran berpikir kritis di tengah umat.

Abdullah menambahkan, konten-konten keagamaan di medsos, misalnya, masih perlu ditingkatkan untuk mendukung literasi masyarakat Muslim minimal di Indonesia. Maka dari itu, perlu ada upaya tersendiri untuk menguatkan literasi masyarakat melalui berbagai sarana yang ada.

"Kemampuan literasi Islam kita rendah bukan hanya di umat secara umum, tapi juga orang yang diberi kepercayaan untuk menyampaikan gagasan-gagasan, katakanlah ustaz-ustaz media sosial. Enggak semuanya memiliki kemampuan literasi yang kuat," sebut dia.

Abdullah menyarankan adanya gerakan bersama, misalnya, untuk menerjemahkan kitab-kitab klasik. Hal itu dipandangnya kini kurang begitu masif, padahal kitab-kitab tersebut merupakan kebanggaan umat Islam. Harapannya, dengan banyak menerjemahkan kitab-kitab klasik, maka meningkatlah literasi umat Islam.

Diakuinya, tantangan kaum Muslimin saat ini memang berbeda daripada tantangan umat pada masa silam. Bagaimanapun, generasi kini dapat belajar banyak dari khazanah Islam masa lalu. Intinya, mereka mesti lebih percaya diri dengan khazanah literasi Islam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA