Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Ratusan Warga Cirebon Jadi Relawan Kebakaran

Kamis 21 Feb 2019 00:23 WIB

Rep: Lilis Sei Handayani/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Kebakaran

Ilustrasi Kebakaran

Foto: Foto : MgRol112
Relawan kebakaran ini dinilai menjadi solusi kekurangan personil damkar.

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon pada tahun ini menerima sukarelawan kebakaran, yang tergabung dalam Barisan Relawan Kebakaran (Balakar). Selain mengimplementasikan amanat undang-undang, hal tersebut juga untuk mengatasi masalah kekurangan personil.

Kepala Seksi Tanggap Darurat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menyebutkan, ada 120 sukarelawan Balakar yang diterima pada tahun ini. Dari jumlah itu, ada 60 sukarelawan yang mulai diberikan bekal melalui bimbingan teknis (bimtek), Rabu (20/2).

‘’Bulan depan, rencananya 60 orang lainnya juga akan mengikuti bimtek serupa,’’ ujar Eno.

Eno menyebutkan, 60 sukarelawan angkatan pertama itu merupakan perwakilan dari kecamatan-kecamatan di wilayah bagian barat Kabupaten Cirebon, kecuali Kecamatan Kedawung dan Talun. Untuk sukarelawan dari dua kecamatan tersebut, pelaksanaan bimteknya akan digabung dengan 60 sukarelawan angkatan kedua, yang berasal dari kecamatan-kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

Dalam bimtek itu, balakar dibekali teori dan praktik seputar bahaya dan penanganan kebakaran. Dalam praktiknya, mereka juga diberi akses mencoba mengoperasikan peralatan pemadam kebakaran, seperti selang air pada truk damkar.

Eno menjelaskan, balakar itu nantinya akan bertugas membantu petugas Damkar dalam menginformasikan dan mengamankan lokasi kebakaran. Namun, karena bersifat sukarela, maka tidak ada honor untuk mereka.

‘’Tidak dapat honor,’’ terang Eno.

 Eno mengungkapkan, keberadaan balakar itu sudah sesuai amanat UU. Di sisi lain, dia juga mengakui, keberadaan balakar itu bisa membantu problem kekurangan personil. Saat ini, dari total sembilan pos jaga damkar se-Kabupaten Cirebon, hanya tiga pos yang dijaga personil dengan jumlah ideal.

Adapun ketiga pos jaga itu, yakni Pos Jaga Damkar Weru, Sumber, dan Gunungjati. Ketiga pos tersebut dijaga oleh 19 orang.

‘’Untuk enam pos jaga lainnya, hanya dijaga 15 orang,’’ kata Eno. Keenam pos itu masing-masing berlokasi di Palimanan, Arjawinangun, Lemahabang, Ciledug, Cikulak, dan Losari. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA