Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Prioritas Kampus Peradaban Alquran Yatim dan Dhuafa Unggul

Ahad 17 Feb 2019 21:20 WIB

Rep: Fuji E Permana / Red: Nashih Nashrullah

Ketua Askar Kauny Bobby Herwibowo melihat para siswa di Pesanten An Nur Buuts belajar di tenda atau sekolah darurat di Kota Palu Sulawesi Tengah Senin (12/11).

Ketua Askar Kauny Bobby Herwibowo melihat para siswa di Pesanten An Nur Buuts belajar di tenda atau sekolah darurat di Kota Palu Sulawesi Tengah Senin (12/11).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Kampus ini akan menjadi pusat penggemblengan para calon ulama dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Yayasan Askar Kauny (YAK) akan membangun Kampus Peradaban Alquran bertaraf internasional di Desa Mekargalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kampus tersebut diharapkan dapat mencetak para pemimpin dan ulama yang Islami.

Kampus Peradaban Alquran akan memberikan fasilitas pendidikan gratis bagi siapa saja yang berprestasi, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa. Karenanya, Askar Kauny mengajak semua pihak untuk bersama-sama berjibaku mewujudkan berdirinya kampus tersebut.

Baca Juga

"Insya Allah di tempat ini (lokasi Kampus Peradaban Alquran, red) akan banyak sekali tilawah Alquran, khataman Alquran juga hafalan Alquran yang akan dibaca dan diamalkan," kata Pendiri Yayasan Askar Kauny, Ustaz Bobby Herwibowo kepada Republika.co.id, Ahad (17/2).

Ustaz Bobby menegaskan, Kampus Peradaban Alquran akan menjadi kawah candradimuka untuk para calon ulama dunia, Insya Allah.

Askar Kauny akan membuat kampus bertaraf internasional dengan mendatangkan guru-guru dari Timur Tengah. Sehingga anak-anak Indonesia tidak perlu lagi berangkat ke Mesir, Sudan, Maroko, dan negara-negara lainnya. 

Guru-guru dari negara lain akan didatangkan untuk mengajar di Kampus Peradaban Alquran. Pelajarnya tidak hanya dari Indonesia, boleh jadi pelajarnya berasal dari Asia Tenggara dan negara-negara lain karena pengantarnya menggunakan Bahasa Arab. 

Cita-citanya ingin membangun kampus seperti Islamic University yang ada di Madinah, Malaysia, dan Pakistan.

"Askar Kauny berpengalaman membangun 30 pesantren dan ratusan rumah tahfizh tanpa biaya (gratis), biayanya dari masyarakat, alhamdulillah bisa, Insya Allah kita akan buat Kampus Peradaban Alquran kelas dunia yang gratis," ujarnya. 

Ustaz Bobby mengajak semua elemen masyarakat ikut berbuat kebaikan dengan berinfak dan melakukan wakaf demi mewujudkan Kampus Peradaban Alquran. 

Askar Kauny juga membuka pintu kepada pemerintah, ormas Islam, masyarakat umum dan siapapun untuk bersama-sama berjibaku membangun kampus Islam bertaraf internasional.

Ustaz pencipta metode Menghafal Alquran Semudah Tersenyum itu mengungkapkan, Askar Kauny ingin membuat kampus Islam bertaraf dunia dari swadaya masyarakat. 

Universitas al-Azhar di Mesir sudah melakukannya sejak dulu. Semua yang sekolah di sana gratis asalkan berprestasi. "Sama seperti saya belajar di Al Azhar mendapatkan beasiswa dan uang saku," ujarnya.

Askar Kauny menyampaikan, awalnya ada lahan wakaf seluas empat hektare, Insya Allah bertambah 12 hektare. Jadi Kampus Peradaban Alquran akan dibangun di lahan seluas 16 hektare. 

Lahannya masih bisa dikembangkan sampai ratusan hektare. Askar Kauny sudah memiliki 30 pesantren para penghafal Alquran, maka sekarang harus membuat Kampus Peradaban Alquran sebagai pusatnya.

Di kampus tersebut Insya Allah akan ada pendidikan tingkat SMP, SMA dan Universitas. Di lokasi lahan seluas empat hektare akan dibangun masjid berkapasitas 2.000 orang. Juga akan dibangun beberapa gedung sebagai bangun awal Kampus Peradaban Alquran.

Ustaz alumni al-Azhar tersebut menjelaskan, untuk membiayai Kampus Peradaban Alquran skemanya dari wakaf yang akan dikembangkan lewat tabung wakaf. Askar Kauny akan menyalurkannya ke sektor-sektor yang bisa membiayai semua kegiatan kampus.

"Yang mau dirancang, kita akan membuat peternakan, perkebunan, usaha lainnya, yang kira-kira nanti hasil pemutaran itu mencukupi semua kebutuhan kampus, al-Azhar sudah melakukan itu sejak lama, semua yang belajar di al-Azhar gratis," jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA