Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Perusahaan Jerman Tawarkan AC Ramah Lingkungan

Kamis 14 Feb 2019 00:30 WIB

Rep: Zuli Istiqomah / Red: Gita Amanda

Air conditioner (AC) di toko elektronik. (Ilustrasi)

Air conditioner (AC) di toko elektronik. (Ilustrasi)

Foto: ADI WEDA/EPA
AC ramah lingkungan mampu mengurangi biaya tagihan listrik hingga 30 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perusahaan milik pemerintah federal Jerman, Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH menawarkan kerja sama ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di bidang lingkungan. Tawaran ini terkait Air Conditioner (AC) atau menyejukkan ruangan yang ramah lingkungan dan hemat energi.

Tawaran ini disampaikan perwakilan GIZ saat bertemu Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, di Balai Kota Bandung Jalan Wastukananca, Rabu (13/2) lalu. "Kita bersama Kementerian ESDM dan didukung pemerintah Jerman mengajak bekerja sama mengendalikan iklim. Kita ingin mengembangkan budaya masyarakat dalam lingkungan khususnya menggunakan penyejuk ruangan atau AC," ujar Technical Expert Green Chillers NAMA Projects GIZ, Herlin Herlianika dalam siaran persnya, Rabu (13/2).

Herlin memastikan, AC produknya secara umum ramah lingkungan dan hemat energi. Sehingga bisa dan mengurangi biaya tagihan listrik. "Manfaatnya itu secara umum hemat energi juga mengurangi biaya tagihan listrik. Pemerintah bisa memenuhi kewajiban perjanjian emisi gas rumah kaca di Indonesia. Tujuannya untuk menghindari pemanasan global," jelas Herlin.

Menurutnya, AC produknya bisa menghemat tagihan listrik cukup signifikan. Pendingin ruangan biasa, setiap Paard Kracht (PK) bisa memunculkan tagihan sekitar Rp 750 ribu per bulan. Jika menggunakan AC GIZ berkurang 20-30 persen atau sekitar Rp 500 ribu per bulan.

"Mengembangkan kesadaran pentingnya upaya pengendalian iklim bagi semua orang," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi teknologi perusahaan Jerman itu. Sebab, upaya penghematan energi memang perlu dimulai dari pemerintahnya.

"Teknologinya bagus, bisa menghemat mulai dari listrik dan ramah lingkungan," katanya. Melihat penjajakan kerja sama tersebut, Yana mengaku perlu berkoordinasi dengan Bagian Pengadaan Kota Bandung. Termasuk menyesuaikan dengan e-katalog.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA