Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Ketua TKN Pastikan Ahok tak Masuk Struktur Tim Pemenangan

Ahad 10 Feb 2019 14:28 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP menunjukkan kartu keanggotaan PDIP seusai berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP menunjukkan kartu keanggotaan PDIP seusai berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
TKN telah memiliki pengurus yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Erick Thohir menegaskan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok tidak akan bergabung dalam struktur tim pemenangan. Dia mengatakan, TKN telah memiliki pengurus yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Apakah BTP di TKN? Ya tidak ada, kan sudah ada strukturnya," kata Erick Thohir di Jakarta Barat, Ahad (10/2).

Baca Juga:


Komentar dilontarkan Erick menyusul bergabungnya Ahok ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Erick menilai wajar berlabuhnya seseorang ke partai politik tertentu. Dia mengatakan, hal itu merupakan pilihan pribadi, sama seperti yang dilakukan Tuan Guru Bajang (TGB) ke Golkar atau Yenny Wahid yang tidak masuk ke dalam partai manapun.

Erick memastikan, permasalahan partai dalam menyambut pileg tidak akan bertubrukan dengan pilpres. Mantan direktur utama Inter Milan itu mengatakan, meski diselenggarakan bersama namun setiap partai memiliki persaingannya masing-masing yang tentu tidak bisa dicampuri TKN.

Kendati, dia menegaskan, keberadaan TKN didirikan untuk menyokong kemenangan pasangan calon (paslon) Jokowi-Ma'ruf dalam pilpres. Pada saat yang bersamaan, TKN tak ingin pemerintahan Jokowi yang selanjutnya terhambat di parlemen seperti yang terjadi di enam bulan pertama rezim Jokowi-Jusuf Kalla.

"Kami tidak juga mau Pak Jokowi memerintah bersama Pak JK enam bulan pertama keputusannya terhambat karena suara di parlemen terbatas. Kami harapkan partai koalisi penting untuk menang sehingga pemerintah bisa lari tanpa hambatan," katanya.

Erick mengatakan, gerakan pemenangan paslon nomor urut 01 tidak tergantung pada partai politik saja. Mantan ketua Inascog ini mengungkapkan, pemenangan capres pejawat juga menyertakan relawan, komunitas alumni, komunitas seniman hingga komunitas pengusaha yang percaya Indonesia tidak bubar dan jangan sampai bubar.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA