Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Lemak Seperti Apa yang Harus Dikonsumsi?

Senin 04 Feb 2019 09:36 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Minyak zaitun.

Minyak zaitun.

Foto: Pexels
Lemak juga memainkan peran penting dalam meningkatkan fungsi otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketika orang mendengar kata lemak, banyak orang segera mengibarkan bendera merah di sekitarnya. Penting untuk diketahui bahwa 30 persen dari makanan yang dilahap harus mengandung lemak. Sebab selaput sel dan segala sesuatu di tubuh tumbuh dengan bantuan lemak.

Anda memiliki dua pilihan, lemak yang tidak memiliki manfaat kesehataan tambahan atau lemak yang memiliki tambahan kesehatan. Yang manakah yang akan Anda pilih?

"Dalam perjalanan memotivasi banyak orang untuk memiliki gaya hidup yang lebih sehat, saya ingin mengundang banyak individu untuk mengalihkan fokus mereka ke lemak yang lebih baik," ujar Nutrisionis, Emilia Achmadi, di sela media gathering Bertolli di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan rata-rata orang dengan berat badan yang sehat dianjurkan untuk memperoleh sekitar 20 sampai 35 persen dari asupan kalori harian dari lemak baik. Selain berfungsi sebagai bahan bakar untuk tubuh Anda, lemak juga memainkan peran penting dalam meningkatkan fungsi otak. Percaya atau tidak, 70 persen komposisi otak adalah lemak, sehingga melengkapi diet dengan lemak yang baik sangat penting.

"Lemak baik untuk Anda. Lemak sekarang tidak dibatasi berapa persen untuk konsumsi. Maksimum berapa persen tapi sesuaikan dengan kebutuhan Anda dan pilih lemak sehat," tambahnya.

Lemak baik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang, lemak yang baik benar-benar dapat membantu perut merasa kenyang dan tidak mengancam tubuh.

Lalu lemak apa yang baik dikonsumsi? Ia menjelaskan sebaiknya konsumsi lemak sehat yaitu lemak nabati. Penelitian menunjukkan bahwa lemak tertentu dari sayuran, kacang-kacangan, dan ikan sebenarnya meningkatkan kesehatan.

Ia menyarankan untuk menghindari lemak jenuh dan konsumsi lemak tidak jenuh karena lebih sehat. Dan yang paling baik adalah lemak tidak jenuh tunggal yang sumber utama adalah minyak zaitun.

"Minyak zaitun terkenal sebagai lemak yang bisa membuat tubuh manusia lebih sehat karena kandungan lemak tidak jenuh tunggal di atas 70 persen. "Lemak sehat itu bagus untuk Anda. Dan minyak zaitun jadi primadona," ujarnya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA