Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Seperti Apa Rasanya Suhu Dibawah Nol Derajat Celsius?

Ahad 03 Feb 2019 12:49 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Ani Nursalikah

Cuaca dingin ekstrem akibat Polar Vortex di AS (ilustrasi)

Cuaca dingin ekstrem akibat Polar Vortex di AS (ilustrasi)

Foto: VOA
Angin dingin minus 45 derajat Celsius dapat membekukan kulit dalam beberapa menit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa wilayah di Amerika Serikat terasa sangat dingin. Suhu juga lebih turun daripada biasanya di bagian selatan Amerika Utara.

Suhu di bagian Midwest sebenarnya lebih rendah daripada di Antartika. Tetapi angin dingin membuat kondisinya lebih buruk. Di Illinois utara misalnya, udara terasa sedingin minus 49,4 derajat Celsius.

Tetapi pernahkah Anda bertanya-tanya seperti apa rasanya? Apakah aman berada di luar ruangan dalam cuaca seperti itu?

Seperti yang disiarkan di ABC, Ahad (3/2), Anda mungkin memiliki bayangan bagaimana rasanya berada di suhu nol derajat Celsius. Anda masih bisa pergi keluar dengan pakaian musim dingin yang memadai, termasuk sarung tangan, jaket, dan lapisan baju hangat.

Anda juga dapat melakukan aktivitas normal seperti berjalan-jalan, berbelanja di toko grosir, dan sebagainya. Tetapi jika Anda berdiri di luar untuk jangka waktu lebih lama, area yang terekspos udara dingin mulai terasa gatal.

Seorang warga Australia yang tinggal di Minneapolis, Alexis Christie mengatakan anak-anak masih keluar bermain saat makan siang. Kendati demikian, orang-orang tidak akan berada dalam bahaya karena memiliki perlengkapan musim dingin yang begitu baik.

photo
Air Terjun Niagara beku.
Tetapi bagaimana jika suhu terasa seperti dibawah minus 20 derajat Celsius? Wakil kepala petugas medis Divisi Antartika Australia Roland Watzl mengatakan segalanya sangat dingin pada suhu ini. Watzl mengatakan orang-orang mulai khawatir sakit radang dingin jika berada di luar ruangan.

“Meskipun mungkin butuh 30 menit atau lebih untuk terkena radang dingin,” ujar Watzl.

Christie mengatakan orang tua menghentikan anak-anak bermain di luar dalam suhu di bawah 20 derajat Celsius. Tetapi, Anda masih baik-baik saja untuk pergi ke luar.

Saat musim dingin, Minnesota memiliki langit yang sangat biru dan salju yang sangat putih sehingga Anda tergoda untuk berjalan-jalan di luar, Tetapi setelah beberapa saat, rambut hidung Anda akan mulai membeku dan kulit yang tidak tertutup mulai gatal.

“Kupikir jika Anda di luar sana lebih dari setengah jam, Anda kemungkinan akan memiliki masalah dengan sirkulasi ke jari-jari karena itu benar-benar dingin,” kata Christie.

Baca Juga

photo
Pantai Timur AS dilanda suhu dingin ekstrem.
Di suhu ini juga dapat mulai mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Anda mulai merencanakan melakukan sesedikit mungkin kegiatan di luar.

Petugas akan berhenti mengirim surat, toko kelontong tutup, dan lain sebagainya. Apa pun yang terkena angin dingin menjadi menyakitkan dan radang dingin berkembang dalam dua sampai lima menit.

US National Weather Service (NWS) memperingatkan angin dingin minus 45 derajat Celsius (suhu udara yang terasa karena angin) dapat membekukan kulit setelah berada di luar dalam beberapa menit. NWS mengungkapkan angin dingin yang berbahaya dapat menyebabkan radang dingin pada kulit terbuka hanya dalam 10 menit.

Beberapa orang juga memgalami kulit mereka berubah sangat merah, hampir segera setelah terkena udara dingin. Air mandi bisa berubah menjadi es. Air mendidih berubah menjadi salju.

NHS bahkan merekomendasikan menghindari mengambil napas dalam-dalam dan meminimalkan berbicara untuk melindungi paru-paru dari udara yang sangat dingin. Menurut para ahli, hipotermia dapat terjadi karena paparan berkepanjangan terhadap suhu di bawah 10 derajat Celsius atau setelah berada di dalam air dingin dengan suhu kurang dari 20 derajat Celcius.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA