Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Sabtu 02 Feb 2019 10:18 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Prakiraan cuaca (ilustrasi)

Prakiraan cuaca (ilustrasi)

Foto: Darwin Fatir/Antara
Cuaca ekstrem bisa berakibat pada banjir, longsor, dan gelombang pasang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan sepekan ke depan masih tinggi sehingga masyarakat diminta tetap mewaspadai dampak cuaca ekstrem tersebut.

"Kondisi atmosfer terkini di wilayah Indonesia menunjukkan adanya beberapa fenomena atmosfer yang berdampak signifikan beberapa hari kedepan terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (2/2).

Dia menjelaskan, terdapat sebuah bibit siklon tropis di teluk Carpentaria dan sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat. 

Bibit Siklon tropis tersebut akan memberikan dampak berupa pola angin baratan yang kuat dan memicu pertemuan angin yang memanjang.

Dimulai dari wilayah Perairan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makassar, hingga NTB serta belokan angin di sekitar Ekuator Indonesia memicu berkumpulnya massa udara basah yang menyebabkan terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia.

Adanya aktivitas gelombang atmosfer khususnya Equatorial rosby di sebagian wilayah Indonesia bagian Timur dapat menambah pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. 

Dampak dari kondisi tersebut frekuensi kejadian hujan berintensitas sedang hingga lebat akan lebih sering terjadi terutama pada malam atau dini hari hingga pagi hari dan tidak menutup kemungkinan beberapa wilayah akan memiliki potensi untuk diguyur hujan sepanjang hari.

Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 2-8 Februari 2019 yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Selain itu juga ada potensi kejadian gelombang dengan ketinggian 2,5 - 4 meter di perairan Laut Arafuru, Perairan Selatan Pulau Yos Sudarso, Perairan Kepulauan Sangihe Hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Utara Pulau Halmahera, Laut Halmahera dan Samudra Pasifik Utara Halmahera Hingga Papua.

Untuk itu masyarakat diimba tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Juga perlu mewaspadai  kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.   

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA