Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Kelangkaan Semen Terjadi di Lhokseumawe

Kamis 31 Jan 2019 01:00 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pekerja mengangkat karung semen dari mobil untuk didistribusikan ke atas kapal di pelabuhan Muaro Padang, Sumatera Barat, Rabu (21/11/2018).

Pekerja mengangkat karung semen dari mobil untuk didistribusikan ke atas kapal di pelabuhan Muaro Padang, Sumatera Barat, Rabu (21/11/2018).

Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Warga terpaksa menghentikan sementara pekerjaan membangun rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE -- Dalam beberapa hari terakhir, komoditi bahan bangunan semen langka di pasaran dalam wilayah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh dan sekitarnya. Hal ini menyusahkan masyarakat yang sedang dan akan membangun rumah.

Dari penelusuran di sejumlah toko bahan bangunan di Kota Lhokseumawe terhadap stok semen, terutama untuk jenis semen merek Andalas (semen yang diproduksi di Aceh), kelangkaan semen sudah terjadi dalam 5 hari terakhir.

"Sudah hampir lima hari untuk semen merek Andalas tidak ada barang. Kami sudah menghubungi distributor tapi disebutkan tidak ada barang," ujar Agung salah seorang penjual bahan bangunan di Lhokseumawe, Rabu (30/1).

Untuk Semen Andalas paling susah dicari dan nyaris tidak ada. Sedangkan untuk merek Semen Padang, meskipun langka akan tetapi masih bisa didapati. Sementara untuk harga Semen Andalas meskipun harga normalnya Rp 54 ribu/ sak.

Pedagang itu juga menyebutkan apabila terjadi kelangkaan semen secara serentak seperti sekarang, akan memicu kenaikan harganya.

"Biasanya apabila semen langka dimana-dimana seperti sekarang ini, kedepan harganya akan naik," ucap pedagang itu.

Sementara itu, salah seorang warga Lhokseumawe, Desi Anwar, mengaku sangat susah mendapatkan semen untuk menyelesaikan bangunan rumah yang sedang dibangun. Bahkan, karena kelangkaan salah satu bahan pokok untuk bangunan tersebut, terpaksa pengerjaan rumah dihentikan sementara.

"Sudah dua hari dihentikan sementara pekerjaan karena ketiadaan semen. Seandainya ada, walau sampai Rp 60 ribu / sak tetap akan kita beli karena memang sangat membutuhkan," kata warga itu.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA