Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Mahasiswa Meninggal Usai Santap Spageti Sisa di Rumah

Rabu 30 Jan 2019 13:28 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Spageti

Spageti

Foto: Pixabay
Spageti diduga telah terkontaminasi bakteri bacillus cereus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang mahasiswa berusia 20 tahun asal Brussel, Belgia, tiba-tiba sakit setelah memakan spageti sisa yang dimasaknya sudah sejak beberapa hari lalu. Spageti tersebut dimasak dengan saus tomat yang telah dibuat sejak lima hari sebelumnya dan disimpan di suhu ruangan.

Setelah sakit keras, dia pun mencoba untuk beristirahat dan tidur. Namun keesokan paginya mahasiswa itu ditemukan dalam keadaan telah meninggal di atas kasurnya. Hasil autopsi menyebutkan, mahasiswa tersebut meninggal karena keracunan makanan yang disebabkan oleh sebuah bakteri bernama Bacillus cereus.

Menurut Otoritas Standar Makanan, bakteri ini merupakan spora yang membentuk bakteri penghasil racun. Racun ini bisa membuat seseorang menjadi muntah-muntah dan juga diare.

Ketika mahasiswa tersebut mengalami tanda-tanda itu, dia menganggapnya sebagai keracunan biasa. Dia pun hanya mengatasinya dengan banyak meminum air putih tanpa meminum obat sama sekali. Padahal racun dari bakteri menyebabkan hatinya tidak dapat bekerja dengan baik dan akhirnya racun membunuhnya ketika tidur.

Insiden yang sama terjadi kembali pada Oktober 2008. Sepulang dari sekolah, seorang pria memanaskan spageti dengan microwave sebelum melanjutkan aktivitas olahraga. Namun, setelah menyantap spageti, dia pun merasakan pusing, nyeri perut dan mual.

Selama beberapa jam, pria tersebut terus muntah tertidur sepanjang malam setelah kelelahan. Sekitar 11 jam kemudian, tubuh si pria ditemukan tidak bernyawa oleh kedua orangtuanya saat hendak membangunkannya untuk berangkat kuliah.

Kasus keracunan ini dihadapi oleh Dr Bernard, seorang praktisi berlisensi. Dia membagikan sejumlah kasus medis dari seluruh dunia melalui saluran YouTube-nya. Dr Bernard menganalisa kasus serupa bersamaan dengan penetapan kembali bahayanya bakteri penyebab kematian dua orang mahasiswa itu.

Bukti spageti dan saus tomat menjadi objek yang dianalisa oleh Dr Bernard bersama National Laboratory for Food-borne Outbreak. Mereka mengonformasi bahwa spageti telah terkontaminasi bakteri bacillus cereus.

"Ini bukanlah kasus keracunan makanan biasa. Banyak orang makan pasta atau berbagai bentuk mi sisa yang sudah dimasak lebih dari satu hingga dua hari lalu," kata Dr Bernard dikutip News.com.au.

"Berhati-hatilah terhadap makanan yang sudah dibiarkan lebih dari lima jam. Jika sudah mencium bau yang tidak enak pada spageti, sebaiknya jangan dimakan," tambah Dr Bernard. Sejak dibagikan beberapa minggu belakang, video telah menerima ratusan komentar dari para pengguna YouTube.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA