Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Zaccheroni Buta Kekuatan Australia

Jumat 25 Jan 2019 00:41 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Israr Itah

Alberto Zaccheroni

Alberto Zaccheroni

Foto: AP/Alberto Ramella
Perjuangan tim berjuluk Eyal Zayed selama gelaran Piala Asia 2019 tidaklah mudah.

REPUBLIKA.CO.ID, ALAIN -- Pelatih tim nasional Uni Emirat Arab Alberto Zaccheroni mengaku belum mendapatkan gambaran dari Australia. UEA yang kali ini menjadi tuan rumah Piala Asia 2019 akan berhadapan dengan Socceroos pada babak delapan besar atau perempat final. Kedua tim akan bertanding di Stadion Hazza bin Zayed, Al Ain, Jumat (25/1) malam. 

Pelatih yang pernah menukangi SS Lazio, AC Milan dan timnas Jepang itu mengaku selama ini fokus kepada laga-laga yang ada di depan mata UEA. Ini membuatnya belum bisa mengetahui gambaran kekuatan Australia. 

"Saya tidak tahu apa-apa tentang Australia," ujar Zaccheroni, dikutip dari The National, Kamis (24/1).

Perjuangan tim berjuluk Eyal Zayed atau Anak-Anak dari Zayed itu selama gelaran Piala Asia 2019 tidaklah mudah. Pada laga perdana penyisihan grup A, UEA tertahan 1-1 oleh Bahrain. Barulah pada laga kedua, UEA memetik kemenangan 2-0 atas India.

Laga terakhir grup A, UEA kembali tertahan. Kali ini oleh Thailand dengan skor 1-1. UEA berhasil lolos ke fase knock-out dan menyandang status juara grup dengan koleksi lima angka. Unggul satu angka saja dari Thailand dan Bahrain yang juga lolos ke 16 besar. 

Pada babak perdelapan final, langkah pasukan Mr Zach juga tidak gampang. Ismail Matar dan kawan-kawan harus memeras keringat sampai 120 menit karena lawan mereka Kirgistan mampu memaksakan pertandingan sampai babak perpanjangan waktu. Selama waktu normal dua kali 45 menit kedudukan sama kuat 2-2. Ahmed Khalil Sebait Mubarak Al-Junaibi menjadi pahlawan kemenangan dengan golnya dari titik putih di menit 103. Skor 3-2 cukup untuk memastikan UEA ke babak perempat final.

Zaccheroni memuji mental dan daya juang pasukannya yang sangat bernafsu memenangkan setiap pertandingan. Pelatih 65 tahun itu merasa walau berstatus tuan rumah, UEA bukanlah tim unggulan di Piala Asia kali ini. Tapi kenyataannya, UEA dapat memanfaatkan dukungan  maksimal suporter tuan rumah menjadi kekuatan pemain ke 12 sehingga mampu melangkah ke delapan besar. 

Kehadiran Mr Zach disebut-sebut sebagai faktor utama yang membuat penampilan UEA meningkat. Pelatih kelahiran Meldola Italia itu merupakan pelatih juara. Ia pernah membawa AC Milan merebut Scudetto tahun 1999 lalu. Di pentas internasional, Mr Zach pernah mengantaskan Jepang menjuarai Piala Asia 2011 lalu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA