Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

2019, Gaikindo Prediksi Penjualan Mobil Capai 1,1 Juta Unit

Kamis 24 Jan 2019 17:48 WIB

Rep: Rossi Handayani / Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Tren Penjualan Mobil. Pegawai menawarkan mobil di pusat perbelanjaan, Jakarta, Ahad (24/6).

Tren Penjualan Mobil. Pegawai menawarkan mobil di pusat perbelanjaan, Jakarta, Ahad (24/6).

Foto: Republika/ Wihdan
Target Gaikindo tahun ini lebih rendah dibandingkan di 2018

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Kendaraan Bermotor Indonesia, Gaikindo memprediksi penjualan kendaraan mencapai 1,1 juta unit pada 2019. Angka yang dipatok oleh Gaikindo memang mengalami penurunan dari penjualan yang dibukukan pada 2018 sebesar 1,151 juta unit.

"Target Gaikindo 1,1 juta unit untuk 2019. Tapi ya mudah-mudahan untuk realisasi penjualannya bisa mencapai 1,2 juta unit, tapi tetap acuan kita di 1,1 juta," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto di Jakarta, Kamis (24/1).

Baca Juga

Jongkie mengatakan, yang paling terpenting penjualan masih di atas satu juta unit, dan target tersebut sesuai dengan kondisi yang ada sekarang di Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1 persen, sehingga target yang ditetapkan 1,1 juta unit sudah sesuai. 

Adapun penjualan kendaraan di Indonesia pada 2019 bergantung pada sejumlah faktor diantaranya, nilai tukar rupiah, apabila melemah dan harga mobil naik, maka akan bergantung pada keputusan pembelian kendaraan. Kemudian faktor inflasi, perusahaan pembiayaan, perpajakkan, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan Central Bank Rate.

Selama 2018 kapastitas produksi kendaraan mencapai hingga 1,3 juta unit dengan penjualan 1,151 juta unit. Mayoritas penjualan mobil berada di segmen penggerak roda 4x2 seperti MPV, dan KBH2 atau Program Kendaraan Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Sedangkan untuk kendaraan komersil seperti truk mengalami peningkatan hingga 27 persen mencapai 112 ribu secara retail sales. Penjualan truk mengalami kenaikan karena pembangunan infrastruktur gencar dilakukan, bisnis pertambangan dan perkebunan pun membaik sehingga diperlukan truk baru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA