Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Warga Negara Australia Hilang, Diduga Ditahan Cina

Rabu 23 Jan 2019 15:02 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi Penangkapan.

Ilustrasi Penangkapan.

Foto: Pixabay
Yang diketahui telah cukup lama diawasi otoritas berwenang Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Seorang warga negara Australia bernama Yang Hengjun diduga telah ditahan Cina. Yang merupakan mantan diplomat Cina dan sekarang berprofesi sebagai penulis.

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) telah menerima laporan dari sejumlah teman Yang. Menurut mereka, Yang tak dapat dihubungi selama beberapa hari terakhir. Mereka khawatir Yang ditahan oleh otoritas Cina karena reputasinya sebagai pembangkang.

Seorang juru bicara DFAT mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki masalah tersebut. "DFAT sedang mencari informasi tentang seorang warga negara Australia yang dilaporkan hilang di Cina," ujarnya pada Rabu (23/1).

Baca juga, Presiden Cina Diminta Bebaskan Warga Kanada.

Salah satu teman Yang, yakni Feng Chongyi, seorang akademisi di University of Technology di Sydney mengatakan Yang telah dijadwalkan melakukan perjalanan ke Shanghai, tapi tak pernah tiba di sana. "Saya percaya dia ditahan oleh Kementerian Keamanan Negara di Beijing," ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Cina belum memberi tanggapan perihal laporan tersebut. Kementerian Kemanan Publik Cina juga masih belum mengeluarkan komentar apa pun.

Yang diketahui telah cukup lama diawasi otoritas berwenang Cina. Dia mengkritik apa yang disebutnya sebagai gangguan Cina di Australia.

Sejak Presiden Cina Xi Jinping memimpin Cina pada 2012, ratusan pengacara dan aktivis hak asasi manusia telah ditangkap. Puluhan di antara mereka dijebloskan ke penjara. Hal itu sengaja dilakukan untuk memberangus perbedaan pendapat, terlebih jika berseberangan dengan pemerintah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA