Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Gates Foundation Desak Bantuan Global Fokus Perangi Penyakit

Kamis 17 Jan 2019 22:06 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Bill Gates dan Melinda Gates

Bill Gates dan Melinda Gates

Foto: Time
Bill menyebut satu negara donatur mundur bisa menyebabkan kehilangan ribuan nyawa

REPUBLIKA.CO.ID,LONDON -- Bill dan Melinda Gates menyatakan menyumbangkan miliaran dolar kepada dana global yang memerangi kemiskinan dan penyakit adalah investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah. Khususnya untuk meningkatkan keamanan dan pertumbuhan ekonomi.

Memberantas wabah penyakit menular seperti polio, HIV dan malaria terbukti sulit tetapi menjadi kemajuan dramatis yang dibuat oleh mekanisme bantuan global dalam beberapa dekade terakhir. Sehingga banyak orang di seluruh dunia saat ini menjadi lebih sehat dan lebih produktif."Laporan data tersebut sangat mengejutkan," kata Melinda Gates kepada wartawan dalam sebuah telekonferensi, Kamis (17/1).

Dia mengutip data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga lain yang menunjukkan bahwa sejak 1990, angka kematian balita telah turun lebih dari 50 persen, dan kematian akibat penyakit menular seperti HIV, malaria dan campak juga berkurang setengahnya.

"Kelahiran anak pada saat ini memiliki setengah kemungkinan risiko meninggal sebelum usia lima tahun, dibandingkan jika dia dilahirkan pada tahun 2000," kata Melinda Gates.

Gates Foundation yang dia pimpin bersama suaminya, Bill, pendiri Microsoft, merupakan salah satu penyandang dana terbesar program kesehatan global yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar terhindari dari penyakit, kemiskinan dan kematian dini.

Yayasan tersebut berupaya mendorong pemerintah donatur internasional seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia, Jerman, Inggris dan banyak lainnya untuk kembali menyuntikkan dana bagi empat dana global utama dalam 18 bulan ke depan sehingga lembaga tersebut dapat melanjutkan pekerjaan mereka.

Bill Gates mengatakan optimistis bahwa beberapa pemerintahan donatur yang kaya masih berkomitmen untuk mendanai bantuan internasional bagi negara-negara miskin Hanya saja ia menambahkan jika ada satu satu negara (donatur) saja yang mundur, hal itu dapat merenggut ratusan ribu nyawa.

Dia juga menyampaikan keprihatinannya bahwa "gangguan akibat masalah dalam negeri" dapat berarti bahwa kebutuhan pendanaan bantuan global yang masih darurat mungkin belum mendapatkan perhatian yang layak.

"Kita tidak boleh berpuas diri. Kita masih mencatatkan sedikitnya sekitar enam juta anak yang meninggal pada usia balita."

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA