Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Upaya Pemkot Surabaya Lindungi Karya UMKM

Kamis 17 Jan 2019 17:42 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Pengunjung melihat produk UMKM di salah satu stan pameran saat acara Jokowi Millennials Festival di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2018).

Pengunjung melihat produk UMKM di salah satu stan pameran saat acara Jokowi Millennials Festival di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2018).

Foto: Antara/Moch Asim
Pemkot bekerja sama dengan Dirjen Kemenkumham membuka konter layanan permohonan HKI.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), membuka konter pelayanan fasilitas permohonan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA) Siola, Kamis (17/1). Layanan fasilitas permohonan itu, terdiri dari Hak Merek, Hak Cipta, Hak Paten dan Desain Industri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, langkah ini ditujukan untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar jangkauannya lebih luas. Disamping itu, bertujuan untuk melindungi karya atau hasil produk UMKM Surabaya.

“Sebetulnya program ini sudah lama, kita memberikan fasilitas gratis. Kenapa saya launching tahun ini, karena masih banyak yang belum tahu,” kata Risma.

Risma menyampaikan, sebenarnya, konter layanan permohonan HKI di Siola sudah lama tersedia, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui. Sehingga pihaknya kemudian melaunching dan mengenalkan kembali fasilitas layanan tersebut.

Dia pun berpesan kepada para pelaku UMKM Surabaya untuk bisa segera mengurus HKI. “Mari Bapak-Ibu kalau ada temannya dikasih tahu untuk segera mengurus ini. Betapa pentingnya kekayaan intelektual, merek dan hak paten itu,” ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini prihatin mendengar beberapa hasil karya atau produk UMKM di Surabaya diklaim milik orang lain. Oleh karena itu, ia menekankan agar ke depan para pelaku UMKM tidak lagi menyepelehkan masalah  lisensi tersebut.

“Karena itu, kita tidak boleh teledor, kita sudah susah-susah bikin (produk) kemudian diambil orang lain,” ujarnya.

Dengan diresmikannya konter layanan itu, Risma ingin UMKM di Surabaya dilengkapi dengan lisensi merek. Hal ini dinilai penting, seiring dengan teknologi perkembangan zaman yang terus meningkat.

Apalagi, produk tersebut penjualannya sudah ekspor, pastinya sangat perlu dilengkapi dengan lisensi. “Terutama kalau sudah ekspor itu bahaya sekali, yang berat lagi misalkan yang desain (digital) itu,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati menambahkan, untuk mendukung kemajuan UMKM Surabaya, Pemkot Surabaya telah memberikan berbagai fasilitas layanan, mulai dari pelatihan, pengemasan, pemasaran hingga pembukuan. Bahkan untuk melengkapi hal itu, pihaknya juga menyediakan konter fasilitas permohonan HKI.

“Selain melalui Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, ini salah satu fasilitas untuk memberikan sertifikasi hak kekayaan intelektual,” kata Wiwiek.

Wiwiek menuturkan, konter fasilitas pelayanan pengajuan HKI itu, terdiri dari pengurusan hak merek, hak paten, hak cipta dan desain industri. Ia berharap, produk UMKM Surabaya mempunyai lisensi, sehingga aman dan tidak diklaim oleh orang lain.

“Mudah-mudahan ini semakin menarik minat pelaku UMKM untuk semakin lebih kreatif,” katanya


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA