Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

KNKT Jelaskan Tahapan Analisis CVR Lion Air

Selasa 15 Jan 2019 21:24 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Muhammad Hafil

Penemuan CVR Lion Air JT610.  CVR Pesawat Lion Air JT610 tiba di JICT, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Penemuan CVR Lion Air JT610. CVR Pesawat Lion Air JT610 tiba di JICT, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Proses pengeringan khusus dilakukan untuk CVR tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini sudah mengambil memory chip dari cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP. Menurut Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono setelah diambil chip-nya akan dilakukan pengeringan dan pembersihan.

"CVR-nya kemarin kan sudah malam sampai di lab KNKT, tadi pagi kita sudah mengambil memori chip-nya itu, terus kita sudah bersihkan. Sampai saat ini masih dalam proses pengunduhan," kata Soerjanto, Selasa (15/1).

Ia menjelaskan proses pengeringan khusus dilakukan untuk CVR tersebut. Pengeringan dilakukan agar seluruh permukaan dapat kering secara bersamaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari agar chip-nya tidak rusak.

Setelah itu, data rekaman dari CVR akan diputar dan dibuat transkripnya. Ia memperkirakan proses pengambilan data hingga menjadi transkrip membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima hari.

Sebelum melakukan transkrip, KNKT juga akan membuat komparasi percakapan pilot dengan menara pengawas. Rekaman percakapan antara pilot dan kopilot juga akan dilakukan hal yang sama.

"Setelah diputar datanya, kalau semuanya oke, kita akan mentranskrip suara yang ada di CVR itu. Kurang lebih tiga harian," kata dia lagi.

Di dalam rekaman yang dihasilkan itu, bisa jadi muncul suara mesin berbunyi. KNKT kemudian akan mencatat kapan suara itu muncul termasuk peringatan yang mungkin terekam. Sebab, bisa jadi pilot dan kopilot tidak menyadari muncul suara peringatan.

Lebih lanjut, ia belum bisa mengkonfirmasi kapan analisis akan sepenuhnya selesai. Ia berharap data CVR-nya segera lengkap sehingga dapat dilakukan analisis lanjutan. "Kemarin kita sudah ngeluarin pre eliminary report, sebagian besar data sudah ada di situ, tinggal kita melanjutkan," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA