Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Cina Kecam Kanada karena Persoalkan Hukuman Mati

Selasa 15 Jan 2019 19:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Palu hakim, ilustrasi

Palu hakim, ilustrasi

Foto: info.ngawitani.org
Warga Kanada divonis mati karena kasus narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina mengecam Kanada karena memprotes hukuman mati kepada seorang warganya yang terlibat kasus penyelundupan narkoba. Beijing menilai pernyataan yang dikeluarkan Kanada terkait hal itu tidak bertanggung jawab.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan, hukuman mati yang dijatuhkan kepada warga Kanada, yakni Robert Schellenberg, telah sesuai dengan peraturan hukum berlaku. Ia mengecam komentar Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang menuding hukuman terhadap Schellenberg merupakan keputusan sewenang-wenang.

“Pernyataan oleh orang Kanada yang relevan kurang memiliki kesadaran paling dasar tentang sistem hukum,” ujar Hua pada Selasa (15/1).

Ia mendesak Kanada menghormati kedaulatan hukum Cina terkait kasus Schellenberg. “Kami mendesak Kanada menghormati aturan hukum dan kedaulatan hukum Cina, memperbaiki kesalahannya, dan berhenti membuat pernyataan yang tidak bertanggun jawab,” kata Hua.

Schellenberg ditangkap otoritas Cina pada 2014. Dia dituduh terlibat penyelundupan 222 kilogram metamfetamin dari Cina ke Australia. Pada Senin (14/1), pengadilan Cina menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Pengacara Schellenberg, Zhang Dongshuo mengatakan kliennya akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Ia menilai pengadilan seharusnya tidak memperberat hukuman kepada Schellenberg karena tidak ada bukti baru yang dihadirkan.

Sebelumnya Schellenberg memang telah menerima vonis penjara selama 15 tahun. Namun Pengadilan Rakyat Menengah Dalian di provinsi timur laut Liaoning memihak jaksa penuntut di pengadilan ulang bahwa hukuman terhadap Schellenberg terlalu ringan.

Hubungan Cina dengan Kanada memang telah memanas sejak ditanhkapnya Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou di negara tersebut pada Desember tahun lalu. Meng ditangkap atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat (AS) atas tuduhan pelanggaran peraturan perdagangan, yaitu mengirim perangkat komunikasi ilegal ke Iran. Washington diketahui sedang memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Baca juga, Cina Vonis Mati Warga Kanada, Aksi Balasan?

Meskipun pada akhirnya Meng dibebaskan setelah membayar jaminan, namun penangkapan itu telah menyebabkan hubungan Cina dan Kanada membeku. Setelah kejadian itu, Beijing kemudian menangkap dua warga Kanada di negaranya, yakni Michael Kovrig dan Michael Spavor.

Kovrig adalah seorang diplomat Kanada. Sementara Spavor merupakan seorang konsultan yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Spavor ditangkap atas tuduhan membahayakan keamanan negara.
 


sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA