Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Kiat Kendalikan Anak Agresif (2-Habis)

Selasa 15 Jan 2019 07:09 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Ibu muda dan anak-anaknya.

Ibu muda dan anak-anaknya.

Foto: Republika/Prayogi
Orang tua harus belajar menghargai rasa marah di anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap anak memiliki kecenderungan berbeda. Ada yang aktif bahkan melakukan berbagai agresi yang bisa saja membuat kewalahan.

Berikut sejumlah tip menangani kecenderungan mereka, dilansir Indian Express, Selasa (15/1).

Hargai Anak
Meskipun penting untuk menegur kemarahan, penting juga untuk mengenali ketika mereka lembut dan hargailah mereka. Orang tua bisa meminta anak yang sedang marah untuk pergi ke sudur dan mengajaknya meninggalkan kemarahannya di sudut itu.

Sekolah hari ini tidak mengajari anak-anak cara menghadapi emosi negatif. Ini adalah aspek penting dari membentuk karakter anak. Guru harus tegas dalam mendorong sikap yang benar pada anak. Mereka harus mengenali kekuatan seorang anak yang mampu berjalan jauh dari perkelahian dan tidak hanya bereaksi dan membalas.

Mereka harus memberi penghargaan dan memperhatikan ketenangan pada anak. Sering kali, sikap agresif pada anak muncul dari sekadar menginginkan perhatian.

Orang tua harus memberi guru ruang untuk mendisiplinkan anak. Tidak apa-apa jika anak Anda nakal dan guru telah mendisiplinkannya. Orang tua harus mendorong rasa hormat terhadap guru. Jika tidak, anak tidak akan mendengarkan atau menghormati guru lagi dan proses belajar yang baik itu pun tidak lagi berjalan.

Makanan
Makanan yang kita berikan kepada anak-anak kita juga memiliki peran penting. Terlalu banyak permen, makanan yang digoreng (seperti keripik) dan makanan berminyak meningkatkan kegelisahan pada anak.

Selain itu, makanan mereka harus dimasak dan tidak dikemas dalam penyimpanan dingin. Dorong mereka untuk menikmati buah sebanyak keripik, mungkin satu buah keripik bisa menjadi kesepakatan.

Jika memungkinkan, disarankan untuk menghindari produk makanan yang terbuat dari biji-bijian dan sayuran yang dimodifikasi secara genetik. Makanan memiliki dampak langsung pada pikiran dan ketika dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, memiliki dampak yang pasti pada sifat atau sikap anak.

Waktu bersama
Di atas semua itu, sebagai orang tua, penting untuk menghabiskan waktu berkualitas tanpa melakukan apa-apa dengan anak Anda. Hanya duduk bersama mereka tanpa melihat ponsel kita, memberikan perhatian penuh pada apa yang mereka katakan, hanya dengan bersama mereka 100 persen memberi rasa aman yang besar kepada anak. Seorang anak yang tidak aman lebih cenderung menyerah pada agresi daripada orang yang merasa aman dan diperhatikan.

Tersenyum
Ajari anak-anak bahwa orang yang tersenyum lebih kuat. Tunjukkan pada mereka kapan harus membela apa yang benar, dan kapan harus berjalan menjauh dari perkelahian. Sebisa mungkin, lindungi kepolosan mereka. Sebisa mungkin, berikan mereka kebanggaan tanpa kekerasan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA