Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Menlu Australia Kunjungi Thailand Bahas Perempuan Saudi

Kamis 10 Jan 2019 18:35 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Teguh Firmansyah

Marise Payne.

Marise Payne.

Foto: abc
Qunun berniat terbang ke Australia untuk mencari suaka.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengunjungi Thailand pada Kamis (10/1). Kunjungan itu dilakukan setelah Canberra mengatakan akan mempertimbangkan pemberian suaka kepada Rahaf Mohammed al-Qunun, seorang perempuan Saudi berusia 18 tahun yang melarikan diri ke Thailand.

Qunun saat ini tinggal di sebuah hotel di Bangkok di bawah pengawasan badan pengungsi PBB (UNHCR). Badan ini telah memproses permohonannya untuk mendapatkan status pengungsi sebelum kemungkinan dimukimkan kembali ke Australia.

Dia menolak bertemu ayah dan saudara lelakinya, yang tiba di Bangkok pekan ini. Keluarganya itu tengah mencoba membawanya kembali ke Arab Saudi dan telah membantah tuduhan Qunun bahwa mereka telah melecehkannya secara fisik dan emosional

Qunun awalnya ditolak masuk ke Thailand ketika dia tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, pada Sabtu (5/1). Ia berniat untuk terbang dari sana ke Australia untuk mencari suaka.

Dia kemudian diizinkan memasuki Bangkok pada Senin (7/1) malam oleh pihak berwenang Thailand setelah 48 jam. Qunun yang menolak untuk naik pesawat ke Arab Saudi, mengurung dirinya di dalam kamar hotel ruang transit bandara.

Kunjungan Payne ke Thailand juga akan menyoroti kasus pengungsi lain, yang melibatkan pemain sepak bola Bahrain, Hakeem Al Araibi. Al Araibi memiliki status pengungsi di Australia, tetapi ditangkap di bandara Bangkok tahun lalu setelah ia tiba untuk bulan madu.

Al Araibi saat ini ditahan di penjara Thailand untuk menunggu hasil proses ekstradisi ke Bahrain. Di negaranya, ia sebelumnya telah dihukum dan dicari oleh pihak berwenang.

Payne mengatakan, dia akan membahas kasus Al Araibi dengan Pemerintah Thailand untuk menemukan cara agar ia bisa kembali dengan selamat ke Australia.

Badan pengatur sepak bola dunia FIFA mengatakan Al Araibi harus dibebaskan dan diizinkan kembali ke Australia. Pria itu bermain untuk klub sepakbola Melbourne Pascoe Vale di tingkat kedua Liga Australia.

Para aktivis telah meminta otoritas Thailand untuk menunjukkan rasa kemanusiaan kepada Al Araibi dengan cara yang sama seperti ketika mereka berurusan dengan Qunun.

Payne akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Kehakiman Thailand, Prajin Juntong, serta mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Thailand, Don Pramudwinai. Ini merupakan bagian dari kunjungan resmi pertamanya ke Thailand sebagai menteri luar negeri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA