Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Waspada, Ini Penyebab Muntah Darah

Sabtu 05 Jan 2019 12:55 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Sakit Maag

Ilustrasi Sakit Maag

Foto: Republika/Prayogi
Infeksi kuman Helicobacter pylori bisa tanpa gejala atau seperti menderita maag.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anda mengalami muntah darah? Bingung apa penyebab dan bagaimana mengatasinya?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof Ari Fahrial Syam menjelaskan muntah darah atau BAB hitam adalah tanda dari perdarahan saluran cerna atas. Penyebabnya bisa macam-macam, antara tukak di lambung dan atau tukak pada usus dua belas jari atau karena pecahnya varises di kerongkongan maupun lambung. Perdarahan lambung juga bisa disebabkan oleh kanker lambung. 

"Tukak dan kanker lambung bisa disebabkan oleh kuman Helicobacter pylori," ujar Prof Ari kepada Republika.co.id, Sabtu (5/12).

Pada manusia, infeksi kuman Helicobacter pylori (H.pylori) ini bisa tanpa gejala atau bisa jadi pasien seperti merasakan sakit maag. WHO sendiri sudah menyatakan bahwa kuman ini sebagai zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

Saat ini, laporan dari berbagai pusat penelitian termasuk juga dari sentra-sentra pendidikan di Indonesia yang menunjukkan bahwa prevalensi infeksi H.pylori ini memang sudah menurun tetapi tetap harus diwaspadai. Dalam tiga tahun terakhir sejak Januari 2014 sampai tahun 2017, Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia khususnya Kelompok Studi Helicobacter pylori Indonesia (KSHPI) melakukan penelitian infeksi kuman H.pylori ini di 20 RS Indonesia, baik yang mempunyai fasilitas maupun RS yang belum mempunyai fasilitas endoskopi. 

Penelitian di Indonesia melibatkan berbagai peneliti gastroenterologi serta pusat-pusat pelayanan kesehatan di berbagai kota di Indonesia. Sampai sejauh ini hasil penelitian multicentre ini telah menghasilkan enam publikasi internasional.

"Dari hasil penelitian kami mendapatkan prevalensi dari kuman H.pylori di Indonesia hanya 22,1 persen. Angka ini menunjukan bahwa satu dari lima pasien dispepsia (sakit maag) mengalami infeksi H.pylori," jelasnya.

Suku bangsa dan sumber air minum menjadi faktor risiko terjadi infeksi kuman H.pylori. "Oleh karena ini kita tetap harus mewaspadai bahwa kuman ini ada di sekitar kita," tambahnya. 

Mengingat dampak klinis yang terjadi akibat infeksi ini begitu luas bisa menyebabkan perdarahan lambung sampai menyebabkan kematian. Sampai sejauh ini pemeriksaan  endoskopi menjadi pilihan untuk mencari penyebab perdarahan sekaligus mendeteksi adanya kuman H.pylori. 

Infeksi ini bisa diobati. Pengobatan dapat diberikan dengan memutus kelanjutan perjalanan infeksi ini sebagai penyebab terjadinya kanker lambung di masa datang. Oleh karena itu diagnosis yang tepat harus ditegakkan agar pengobatan infeksi H.pylori dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA