Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

SAR Gabungan Cari 15 Korban Hilang Longsor Sukabumi

Jumat 04 Jan 2019 15:22 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah

Warga memindahkan padi dari lumbung yang terdampak reruntuhan tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019).

Warga memindahkan padi dari lumbung yang terdampak reruntuhan tanah longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1/2019).

Foto: Antara/Nurul Ramadhan
Sebanyak 1.054 personel terlibat dalam penanganan darurat bencana longsor Sukabumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Memasuki hari kelima pada Jumat (4/1), tim pencari dan penyelamat (SAR) gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi, pencarian, dan penyelamatan 15 korban hilang akibat longsor di Kampung Adat, Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

"Hingga 4 Januari 2019 pagi, dari 100 orang terdampak longsor tercatat 64 orang selamat, 18 orang meninggal dunia, tiga orang luka berat dan dirawat di RS Pelabuhan Ratu, dan 15 orang masih dalam pencarian," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dalam keterangan yang diterima Republika.od.id, Jumat (4/1).

Ia menambahkan, sebanyak 1.054 personel terlibat dalam penanganan darurat bencana longsor di Sukabumi. Personel ini berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Badan SAR Nasional (Basarnas), kementerian/Lembaga, Pemda, NGO, relawan dan masyarakat. 

Mereka bukan hanya tergabung dalam tim SAR gabungan, namun juga di dapur umum, pelayanan medis, penanganan logistik dan lainnya. 

Kendati demikian, ia mengakui longsor susulan masih sering terjadi meskipun dengan intensitas yang kecil dan suara gemuruh kembali terdengar di lokasi longsor karena adanya batu besar yang berada di mahkota longsor jatuh ke bagian bawah. "Kondisi ini cukup membahayakan bagi personel di lapangan," ujarnya.

Kondisi ini membuat Bupati Sukabumi menetapkan masa tanggap darurat penanganan longsor Sukabumi selama tujuh hari yaitu 31 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. 

Setiap hari dilakukan rapat koordinasi di posko untuk mengevaluasi dan menyusun rencana penanganan selama masa tanggap darurat. 

Kendala utama pencarian korban adalah faktor cuaca yaitu hujan. Jika kondisi cuaca cerah maka pencarian korban dapat dilakukan hingga malam hari. Sebaliknya jika hujan dapat menyebabkan evakuasi dihentikan lebih awal. 

Berikut identitas 18 korban meninggal yang ditemukan: 

  1.  Sasa 4th (P)
  2. Hendra 35th (L) 
  3. Yanti 35th (P)
  4. Riska 18th (P)
  5. Rita 14th (P)
  6. Ahudi 67th (L)
  7. Ukri 48th (L)
  8. Suryani 35th (P)
  9. Jumhadi 47th (L)
  10. Yami 25th (P)
  11. Sukiman 75 th (L)
  12. Umih 60th (P)
  13. Enda 43th (L)
  14. Mulyani Iyas (P)
  15. Madtuha 50 th (L)
  16. Andra Maulana 8th (L)
  17. Miah 45th (P)
  18. Adsa 50th (L)
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA