Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Meja Kerja Kotor di Kantor Turunkan Produktivitas

Kamis 03 Jan 2019 11:00 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ani Nursalikah

Bekerja di kantor.

Bekerja di kantor.

Foto: CNN
Bakteri di meja kerja kantor 400 kali lebih banyak daripada di dudukan toilet.

REPUBLIKA.CO.ID, GOLD COAST -- Meja kerja di kantor adalah rumah bagi jutaan bakteri. Studi mengungkap meja kerja bisa dihuni hingga 10 juta bakteri atau 400 kali lebih banyak daripada jumlah bakteri di dudukan toilet.

Banyaknya bakteri yang berkumpul itu salah satunya disebabkan karena orang tidak membasuh tangannya usai memencet tombol lift. Ya, tombol lift yang setiap hari disentuh banyak orang sebenarnya adalah tombol yang sangat kotor.

Libby Sanders, asisten profesor perilaku organisasi di sekolah bisnis Bond University, mengungkapkan kotornya meja kerja dapat menyebabkan menurunnya produktivitas karyawan. Selain berimbas pada kesehatan, kebersihan meja kerja juga punya pengaruh pada suasana hati.

Dalam artikel yang dimuat di The Conversation, Sanders menerangkan karyawan yang bekerja di tempat bersih akan lebih sedikit sakit dan bisa meningkatkan produktivitas. Tetap bekerja walau sedang sakit justru akan menyebarkan penyakit.

Di Australia, menurunnya produktivitas akibat karyawan sakit membuat negara setiap tahun kehilangan 34,1 miliar dolar Australia. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menutup produktivitas karyawan yang absen karena sakit bahkan mencapai tujuh miliar dolar Australia per tahun.

Peneliti Amerika yang merancang studi selama 13 bulan di 4.800 tempat kerja mendapati berbagai peralatan di kantor benar-benar kotor. Keran, microwave, papan ketik komputer, dan pintu kulkas disebut sebagai titik paling kotor di kantor.

Channel News Asia yang mengutip artikel Sanders menjelaskan karyawan yang bekerja di kantor dengan konsep meja terbuka tanpa sekat lebih gampang sakit. Mereka 62 persen lebih rentan absen karena sakit daripada yang bekerja di meja dengan konsep privat.

Studi yang melibatkan 43 ribu responden dari 350 gedung kantor mendapati ternyata kebersihan tempat kerja berkorelasi dengan kepuasan karyawan. Kantor yang tertata rapi dan terlihat bersih membuat karyawan semakin yakin bekerja dan belajar di sana.

Studi lain mengenai kualitas kebersihan kantor menemukan tempat kerja yang lebih bersih akan menurunkan hari sakit karyawannya hingga 12,5 persen. Selain itu, produktivitas karyawan juga meningkat. Cara yang dianggap efektif untuk menjaga kebersihan kantor adalah dengan menerapkan aturan cuci tangan dengan pembersih tangan.

Mencuci tangan bisa menurunkan transfer bakteri dari satu tempat ke tempat lain. Hasil riset jangka panjang program kebersihan menunjukkan cuci tangan dengan cairan sanitasi tangan mengurangi risiko penyebaran bakteri hingga 20 persen. Akan tetapi kesadaran karyawan untuk mencuci tangan setelah memegang peralatan di kantor masih rendah. Tidak sampai separuh dari karyawan yang konsisten menerapkan kebiasaan sehat itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA