Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Perceraian Pengaruhi Pandangan Anak Soal Pernikahan

Jumat 28 Dec 2018 13:03 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi

Ilustrasi

Foto: Huffingtonpost
Dampak perceraian bisa positif dan negatif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog Klinis Anak Melissa Magdalena mengatakan pPerceraian akan memengaruhi anak melihat sosok orang tuanya. Dampak perceraian bisa memengaruhi anak dalam membangun rasa aman dan berhubungan dengan aspek kehidupan yang lain, seperti bagaimana dia melihat diri sendiri, menilai lingkungan.

Dampak yang ditimbulkan sebenarnya bisa positif dan negatif. Dampak positif akan dirasa oleh anak yang merasakan konflik berkepanjangan di rumahnya. Anak menjadi lega jika orang tuanya bercerai. Sebaliknya, memang cenderung berdampak negatif pada anak jika dia merasa baik-baik saja, tapi kembali lagi bergantung bagaimana peran orang tua memberikan pengertian.

Menurut Melisa, jangka pendeknya tentu membuat anak mengalami kesedihan, panik, cemas karena ada perubahan besar dalam hidupnya, kejadian luar biasa baginya. Wajar saja, anak mengalami sedih, bingung secara emosi. Secara perilaku, kembali lagi ke individu, belum tentu anak yang orang tuanya bercerai akan berperilaku menyimpang.

Namun, jangka panjangnya, sering berpengaruh pada pandangan anak anak soal pernikahan. "Ada lebih negatif sedikit melihat pernikahan. Jadi misal kalau ada konflik, pilih cerai saja, nah kalau anak yang biasa n lihat ortunya menyelesaikan masalah dengan ngobrol, diam-diaman saja, anak juga bisa menerapkan pada pernikahannya, karena cara kerja otak adalah yang berulang dia lihat, sesimpel itu," kata Melissa.

Memberikan pengertian pada anak memang menjadi sebuah latihan untuk orang tua. Sering latihan komunikasi terbuka dengan anak, seperti terbiasa mengobrol, dengan begitu lebih mudah jika ada hal baru yang hendak disampaikan.

Jika sudah terlanjur tidak bisa komuniaksi dengan baik, bisa menggunakan pihak ketiga untuk memberikan informasi karena pihak ini akan dianggap lebih netral untuk kemudian bisa diterima anak. Kalau informasi didapat dari orang yang tidak dipercaya, bisa tidak diterima anak.

Jika orang tuanya menikah lagi dengan orang lain, kondisi anak bisa saja tetap sehat, kalau syarat membangun komunikasi baik dengan anak telah terpenuhi dan dibuktikan. Maka anak punya rasa percaya kepada orang tua dan tidak gentar menghadapi persoalan lain di dalam hidupnya.

"Berdasarkan penelitian nggak terlalu berpengaruh. Anak juga belum tentu double sedihnya, jarak perceraian dengan menikah lagi itu ya bagaimana orang tua membangun komunikasi. Jadi walaupun menikah lagi, anak tetap merasa aman," kata psikolog yang praktik di Personality Development Center dan Sekolah Khusus Bougenville itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA