Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Turnamen Golf BNI Indonesian Masters 2018 Makin Ketat

Sabtu 15 Dec 2018 15:32 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Hytera perusahaan radio komunitas asal Cina mendukung, perhelatan Turnamen Golf Indonesia Masters 2018. 13-16 Desember 2018 di lapangan golf Royale Jakarta Golf - Jakarta Timur .

Hytera perusahaan radio komunitas asal Cina mendukung, perhelatan Turnamen Golf Indonesia Masters 2018. 13-16 Desember 2018 di lapangan golf Royale Jakarta Golf - Jakarta Timur .

Foto: dok. Istimewa
Saksansin sempat membuat pukulan spektakular.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persaingan turnamen golf BNI Indonesia Masters 2018 semakin ketat. Pegolf asal Inggris, Justin Rose menyelesaikan putaran pertama, Kamis (13/12) yang sempat ditangguhkan hingga hari ini sebelum putaran kedua, Jumat (14/12) dengan empat pukulan di bawah par atau 68 pukulan dan bercokol di urutan 12 bersama 12 pegolf lain. 

 

Pada putaran kedua BNI Indonesian Masters 2018 ini, Rose kembali menuai 4-under. Dengan total 8-under, pegolf berusia 38 tahun itu ada di urutan kelima bersama Josh Younger dan Chapchai Nirat. Perkembangan dari persaingan kali ini semakin menunjukkan kelas turnamen BNI Indonesian Masters yang kian bergengsi. 

 

“Kita lihat Poom Saksansin (pegolf Thailand) jug tampil sangat menakjubkan dengan 63 pukulan. Kondisi di putaran kedua ini memang lebih berangin sehingga perlu lebih cermat. Permainan saya sendiri di awal kurang bagus,” kata Rose, saat diwawancara di Royale Jakarta Golf Club, Halim, Jakarta.

  

Rose mengungkapkan, ia sempat berpikir keras sebelum mengayun stiknya, seperti di hole 16. Ia mengaku beruntung ketika di hole 12 dan 16 Rose bisa menuai over dan membuat birdie di hole 2, 3, 5, 8, 15, dan 18. 

 

Sementara itu di putaran kedua ini, Saksansin memang sempat membuat pukulan spektakular yang membuahkan 9-under 63 pukulan.  Dengan total 14-under 130, pegolf berusia 22 tahun itu memimpin sendirian di leaderboard, ia pun berpeluang kembali berjaya di ajang berhadiah total US$ 750.000 itu.  

 

Saksansin pernah mendominasi BNI Indonesian Master pada 2016. Saat itu ia tampil sebagai juara seusai membukukan total 18-under 270 pukulan atau unggul 5 pukulan. Meski begitu, pegolf yang memperkuat timnas Thailand di Asian Games 2018 itu tak ingin sesumbar bakal bisa merebut kembali titel yang sempat direbut Justin Rose. 

 

“Faktor yang membuat permainan saya mulus kali ini adalah putting yang bagus. Tapi, masih banyak pegolf bagus di sini, jadi masih sulit bicara juara. Kalau pun saya juara lagi, itu pasti karena beruntung,” kata Saksasin.

 

Kehebatan Saksansin juga jadi tantangan buat Hendrik Stenson. Pegolf Swedia berusia 42 tahun itu tak memungkiri permainan Saksansin luar biasa. Stenson pun menyebut dirinya perlu lebih agresif di putaran ketiga, sore ini. Dari dua putaran,  Stenson menuai total 9-under dan menempati peringkat keempat.

 

“Harus lebih fokus dan sebisa mungkin mencetak birdie. Tapi, itu pun harus disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika angin kencang, permainan harus lebih agresif,” tandas Stenson.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA