Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Sunday, 16 Rajab 1442 / 28 February 2021

Studi: Menu pada Restoran Tinggi Kalori

Jumat 14 Dec 2018 04:25 WIB

Rep: Sri Handayani/ Red: Agung Sasongko

Pengunjung restoran menuang mayones ke atas kentang goreng.

Pengunjung restoran menuang mayones ke atas kentang goreng.

Foto: EPA
Restoran menawarkan menu yang lima kali lipat berkalori lebih banyak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian menyatakan, jumlah kalori yang terkandung dalam makanan di restoran-restoran di Inggris ternyata lebih banyak daripada di gerai-gerai makanan siap saji. Pakar kesehatan mengatakan, makanan tidak boleh melebihi 600 kalori.

Namun, dalam studi ini, rata-rata kalori pada menu restoran mencapai 1.033 kalori. Sementara, gerai makanan cepat saji umumnya menyajikan makanan dengan kadar 751 kalori. Analisa ini dilakukan oleh para peneliti di University of Liverpool dengan ribuan menu makanan sebagai sampel.

Para peneliti mengatakan, temuan mereka perlu menjadi perhatian. Tim peneliti itu melihat ada lebih dari 13.500 menu makanan dari 21 restoran enam jaringan makanan cepat saji. 
 
Dengan menggunakan informasi dari perusahaan daring untuk melihat jumlah kalori, hanya satu dari 10 menu yang masuk dalam kategori sehat atau di bawah 600 kalori. Hampir setengah dari menu yang ada mengandung lebih dari 1.000 kalori atau lebih. 
 
Restoran menawarkan menu yang lima kali lipat berkalori lebih banyak dibandingkan gerai cepat saji. Kepala Peneliti dari Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Liverpool, Eric Robinson, mengatakan, hal penelitian ini cukup mencengangkan. Sebab, masyarakat sering kali mengabaikan jumlah kalori yang masuk dari menu-menu restoran. 
 
"Kita tidak tahu jumlah energi yang masuk, sementara kita terbiasa menghabiskan semua makanan yang tersaji," kata Eric. 
 
Menurut Eric, pelaku industri makanan perlu melakukan tindakan yang bertanggung jawab untuk mengurangi jumlah kalori dalam makanan yang mereka sajikan. Sementara, salah seorang juru bicara gerai cepat saji mengatakan perusahaannya telah bekerja keras menurunkan jumlah kalori dalam menu makanan mereka.
 
"Termasuk kami meluncurkan program Live Well Range dengan menu makanan di bawah 600 kalori. Kami berkomitmen melakukan perubahan," kata dia. 
 
Saat ini, pemerintah Inggris merencanakan untuk mengatur pelabelan kalori makanan di restoran, gerai cepat saji, dan kafe-kafe. Aturan ini rencananya akan diluncurkan pada tahun baru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA