Thursday, 16 Syawwal 1445 / 25 April 2024

Thursday, 16 Syawwal 1445 / 25 April 2024

Wakil Ketua MPR: Belajar Agama Jangan dari Internet

Selasa 11 Dec 2018 09:36 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Wakil Ketua MPR Mahyudin.

Wakil Ketua MPR Mahyudin.

Foto: mpr
Belajar agama yang benar bisa menghindarkan dari sikap radikalisme.

REPUBLIKA.CO.ID, PASER -- Wakil Ketua MPR Mahyudin mengajak ibu-ibu yang mengikuti majelis taklim untuk mempelajari agama dengan benar. Mahyudin mengajak ibu-ibu untuk mempelajari agama melalui jalur yang benar. Menurut dia, belajar agama melalui majelis taklim ini merupakan jalur yang benar. Jangan belajar dari internet.

Ajakan itu disampaikan Mahyudin di depan ibu-ibu yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim Tanah Grogot, peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR di Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (10/12). Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber anggota Fraksi Partai Golkar MPR, M. Suryo Alam.

Mahyudin membahas soal belajar agama terkait salah satu tantangan kebangsaan yang dihadapi Indonesia, yaitu masih adanya pemahaman keagamaan yang keliru dan sempit. Pemahaman agama yang keliru dan sempit ini bisa melahirkan radikalisme.

"Ini sangat berbahaya," ujarnya.

Untuk meredam radikalisme itu pemerintah menjalankan deradikalisasi. Namun program deradikalisasi belum berjalan optimal. "Orang yang sudah terpapar radikalisme akan sulit kembali normal," kata dia.

Mahyudin mengatakan belajar agama dari internet bisa berbahaya. Sebab, informasi dari internet bukan tidak mungkin mengandung informasi yang salah dan hoaks serta menyesatkan. Bahkan, tidak sedikit orang menjadi radikal setelah belajar agama dari internet.

"Jadi harus hati-hati jangan sampai masuk perangkap paham radikal," katanya.

Di bagian lain Mahyudin mencontohkan dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad. Dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad bukan dengan cara kekerasan. "Kalau dakwah dilakukan dengan cara kekerasan maka orang menjadi tidak senang dengan ajaran agama kita," kata Mahyudin.

Mahyudin juga mengingatkan ibu-ibu majelis taklim untuk memperkuat persaudaraan, yaitu ukhuwah bashariah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah Islamiyah. "Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan sesama umat Islam, kemudian ada ukhuwah wathoniyah yaitu persaudaraan antar anak bangsa, dan persaudaraan bashariah yaitu sama-sama anak nabi Adam," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler